Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Rudal Iran Ditembak Israel, Serpihan Jatuh di Al Aqsa

Ferdian Ananda Majni
17/3/2026 14:35
Rudal Iran Ditembak Israel, Serpihan Jatuh di Al Aqsa
Umat Islam beribadah di dalam Masjid Dome of the Rock (kubah batu) di area Masjidil Aqsa, kawasan Kota Tua Yerusalem (Al-Quds), Jumat (13/2/2026)(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)

SERANGAN rudal menghantam Israel, Senin (16/3). Menurut penyiar publik KAN News, serpihan rudal yang diduga berasal dari Iran  jatuh di dekat Kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua.

Di kota Safed, sebuah rudal pencegat jatuh dan sempat menimbulkan kekhawatiran kebocoran bahan berbahaya. Polisi kemudian menyatakan tidak ada risiko kimia. 

Otoritas Pemadam Kebakaran menyebut kerusakan terjadi di 10 lokasi akibat pecahan rudal atau amunisi tandan yang dicegat, tujuh di antaranya di Rishon LeZion serta di Lod dan Shoham.

Tim penyelamat melakukan pencarian di gedung-gedung di Shoham dan Rishon LeZion. 

"Pada akhirnya, kekhawatiran tentang orang-orang yang terjebak di lokasi tersebut telah dikesampingkan," kata juru bicara Distrik Pusat, Amit Malul Rozenblat.

Komite Pertahanan Dalam Negeri Shoham menyatakan pecahan rudal jatuh di halaman rumah warga dan menyebabkan kerusakan properti. 

"Pasukan darurat berada di lokasi untuk menangani kejadian tersebut. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah agar tidak menghambat pasukan keamanan dan penyelamat. Kami akan memberikan informasi terbaru sesegera mungkin," kata panitia tersebut.

MDA melaporkan seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun mengalami luka ringan akibat serangan rudal dan dievakuasi ke Pusat Medis Shamir di Tzrifin.

"Kami tiba di lokasi kejadian dengan kondisi hancur, asap, dan pecahan kaca. Kami melakukan pencarian menyeluruh, di mana kami menemukan seorang wanita yang berada di tempat perlindungan bom pada saat serangan rudal, bersama anjingnya," kata petugas pertama di lokasi, Sheldon Levin.

"Ia menderita kecemasan dan hanya mengalami luka ringan. Sangat penting untuk tetap berada di tempat yang terlindungi ketika sirene serangan udara terdengar, dan saya tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika ia tidak berada di tempat perlindungan," ujarnya.

Kepolisian Israel meminta masyarakat tidak mendekati lokasi jatuhnya proyektil dan tidak menyentuh pecahan yang belum diamankan. 

United Hatzalah juga melaporkan jatuhnya pecahan rudal pencegat tambahan di Israel utara dan wilayah Yerusalem, tanpa korban.

Di Safed, residu bahan bakar jet berwarna kuning terlihat keluar dari pecahan rudal. Otoritas menyatakan tidak ada indikasi senjata kimia, meski penyelidikan masih berlangsung. 

Pemerintah kota sempat meminta warga di sejumlah jalan tetap di dalam rumah dan menutup jendela.

Kementerian Perlindungan Lingkungan kemudian memastikan tidak ada insiden bahan berbahaya. Kebakaran di lokasi disebut disebabkan oleh sisa bahan bakar jet dalam rudal, dan situasi terus dipantau.

Sementara itu di kota Yavne, kebakaran terjadi di tempat perlindungan sebuah gedung perumahan dan menyebabkan tiga warga mengalami luka ringan akibat menghirup asap.  Otoritas setempat menyatakan penyebab kebakaran masih diselidiki dan tidak terkait langsung dengan pecahan rudal.

Di Kiryat Gat, seorang pejalan kaki berusia sekitar 50 tahun mengalami luka serius setelah tertabrak kendaraan saat sirene berbunyi. Menurut United Hatzalah, korban sedang menuju area perlindungan ketika insiden terjadi.

"Kami diberitahu oleh seorang pejalan kaki di lokasi kejadian bahwa pejalan kaki tersebut tertabrak kendaraan pribadi setelah turun dari bus dalam perjalanan menuju area terlindungi setelah alarm berbunyi," kata paramedis.

Korban mengalami cedera kepala dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius. MDA juga melaporkan sedikitnya 27 orang terluka dalam 24 jam terakhir saat berusaha mencapai tempat perlindungan.

Pihak berwenang terus memantau situasi keamanan dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti instruksi pertahanan sipil selama serangan berlangsung. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya