Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Panas! Netanyahu dan Kepala Mossad Berselisih Tajam Terkait Intelijen Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
28/3/2026 08:57
Panas! Netanyahu dan Kepala Mossad Berselisih Tajam Terkait Intelijen Perang Iran
Hubungan Direktur Mossad David Barnea dan PM Benjamin Netanyahu belakangan dilaporkan retak akibat perdebatan mengenai akurasi data intelijen dan beban biaya perang yang kian membengkak.(Tasnim News Agency)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad David Barnea dilaporkan terlibat perselisihan tajam mengenai strategi dan akurasi intelijen dalam perang melawan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kelumpuhan komando keamanan nasional Israel.

Sejumlah sumber dan laporan berbahasa Ibrani melaporkan Barnea tidak pernah hadir dalam seluruh pertemuan gabungan dengan Netanyahu selama sepekan terakhir. Eskalasi ini bermula dari tuduhan Netanyahu bahwa Mossad telah memberikan informasi menyesatkan mengenai kemampuan militer, serta kondisi politik dan sosial Iran. Netanyahu mengeklaim intelijen yang salah tersebut telah menjerumuskan Israel ke dalam perang yang hasilnya tidak pasti dan berpotensi menjadi ancaman eksistensial bagi negara tersebut.

Sebaliknya, pihak Mossad membela diri dengan menegaskan bahwa data yang diberikan sudah akurat. Mereka justru menuding "semangat petualang" pribadi Netanyahu sebagai pemicu pecahnya perang dengan hasil yang sulit diprediksi. Mossad menekankan bahwa tanggung jawab penuh atas potensi kegagalan militer berada di tangan Perdana Menteri, bukan lembaga intelijen.

Krisis kepercayaan ini merembet ke isu kebocoran informasi. Kantor Perdana Menteri dan Mossad dilaporkan saling tuduh mengenai adanya mata-mata Iran di pusat-pusat militer dan keamanan sensitif Israel. Perselisihan serupa pernah terjadi pada September 2025 saat serangan ke Doha, di mana kedua pihak saling menyalahkan atas bocornya informasi operasi sesaat sebelum dimulai.

Selain itu, Barnea dilaporkan telah memperingatkan Netanyahu jauh hari bahwa perang dengan Iran akan mengekspos jaringan rahasia Mossad di selatan Teluk Persia. Upaya perlindungan jaringan tersebut, seperti relokasi personel ke hotel atau pangkalan militer, justru berisiko mengungkap identitas dan memicu kehancuran total jaringan intelijen Israel di kawasan tersebut.

Sebelumnya, laporan dari stasiun televisi Israel, Channel 12, mengungkapkan bahwa Direktur Mossad David Barnea memberikan penilaian optimististis kepada Netanyahu sebelum dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Dalam serangkaian pertemuan tertutup, Barnea menyebutkan bahwa penggulingan rezim Teheran adalah target yang mungkin dicapai.

Mengutip sejumlah sumber yang tidak disebutkan namanya, Channel 12 melaporkan bahwa Barnea meyakinkan jajaran politik Israel bahwa keberhasilan tujuan militer akan menjadi kunci perubahan rezim. Strategi tersebut mencakup "dekapitasi" atau pelumpuhan kepemimpinan Iran, penghancuran institusi negara, serta pelemahan kapasitas Teheran dalam menekan warga sipilnya sendiri.

Barnea mengeklaim bahwa jika infrastruktur kekuasaan Iran telah lumpuh, Mossad bersama CIA memiliki kapabilitas untuk memicu kembali aksi protes massal di jalanan Iran. Intelijen kedua negara disebut mampu mengoordinasikan gerakan rakyat sekaligus menemukan sosok atau entitas alternatif sebagai pengganti rezim yang berkuasa saat ini.

Meski demikian, laporan tersebut menekankan bahwa Kepala Mossad juga memberikan catatan kritis dan kualifikasi terhadap penilaiannya. Ia memperingatkan bahwa situasi di lapangan terus berkembang secara dinamis dan upaya mencapai target politik jangka panjang tersebut bisa memakan waktu yang sangat lama. (The Times of Israel/Tasnim/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya