Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Trump: Kuba Target AS setelah Iran

Media Indonesia
29/3/2026 14:09
Trump: Kuba Target AS setelah Iran
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.

Trump menunjuk pada apa yang dia gambarkan sebagai keberhasilan operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela dan Iran.

"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya, tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump di Future Investment Initiative, konferensi bisnis Saudi.

"Namun anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," tambahnya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Rabu (25/3), mengatakan bahwa meskipun semua isu dapat dibahas dalam negosiasi dengan AS, kemerdekaan negara itu tidak pernah dapat dipertanyakan.

Berbicara kepada media berbahasa Spanyol Canal Red di Havana, Diaz-Canel membahas kontak yang sedang berlangsung dengan Washington.

Dia mengatakan berbagai topik, termasuk investasi asing, arus migrasi, perdagangan narkoba, kontraterorisme, perlindungan lingkungan, serta sains dan pendidikan, harus dibahas dengan AS.

"Kami dapat membahas semuanya, tetapi kedaulatan kami harus dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah terbuka untuk diskusi," katanya. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya