Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Protes No Kings Jilid III: Jutaan Massa Turun ke Jalan Lawan Trump dan Tolak Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke
28/3/2026 21:15
Protes No Kings Jilid III: Jutaan Massa Turun ke Jalan Lawan Trump dan Tolak Perang Iran
Para demonstran berkumpul di Grant Park selama protes No Kings Day pada Oktober lalu di Chicago, AS.(Jamie Kelter Davis/The New York Times)

Gelombang protes massal bertajuk 'No Kings' akan kembali mengguncang Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3) waktu setempat. Jutaan warga diperkirakan akan memadati jalan-jalan di berbagai kota besar untuk menyuarakan kemarahan terhadap Presiden Donald Trump, yang mereka tuding menjalankan pemerintahan otoriter dan melangkahi hukum.

Aksi ini merupakan demonstrasi nasional ketiga dalam kurang dari setahun sejak Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025. Selain mengkritik kebijakan domestik, para pengunjuk rasa kini membawa agenda baru: penolakan keras terhadap perang di Iran yang diluncurkan Trump bersama Israel, yang dinilai memiliki tujuan dan lini masa yang tidak jelas.

Naveed Shah dari Common Defense, asosiasi veteran yang tergabung dalam gerakan No Kings, menyatakan bahwa situasi telah memburuk sejak aksi terakhir mereka. "Pemerintahan ini telah menyeret kita lebih dalam ke jurang perang. Di dalam negeri, kita menyaksikan keluarga tercabik-cabik dan komunitas imigran menjadi sasaran. Semuanya dilakukan atas nama satu orang yang mencoba memerintah layaknya seorang raja," tegas Shah.

Gerakan No Kings sebelumnya mencatat kesuksesan besar dengan mobilisasi jutaan orang pada Juni tahun lalu, diikuti oleh sekitar tujuh juta demonstran pada Oktober. Kali ini, penyelenggara menargetkan jumlah yang lebih besar, mengingat tingkat persetujuan (approval rating) Trump yang merosot ke angka 40% menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.

Penyelenggara gerakan No Kings mengonfirmasi bahwa lebih dari 3.000 titik aksi unjuk rasa telah direncanakan di seluruh penjuru AS, menandai peningkatan signifikan dibandingkan aksi-aksi sebelumnya.

Tidak hanya di AS, aksi solidaritas juga dijadwalkan berlangsung di berbagai ibu kota dunia seperti London, Paris, Wina, dan Madrid. Demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bagi Partai Republik bahwa kendali mereka di parlemen terancam runtuh akibat ketidakpuasan publik yang kian meluas. (France24/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya