Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Gelombang protes massal bertajuk 'No Kings' akan kembali mengguncang Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/3) waktu setempat. Jutaan warga diperkirakan akan memadati jalan-jalan di berbagai kota besar untuk menyuarakan kemarahan terhadap Presiden Donald Trump, yang mereka tuding menjalankan pemerintahan otoriter dan melangkahi hukum.
Aksi ini merupakan demonstrasi nasional ketiga dalam kurang dari setahun sejak Trump memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025. Selain mengkritik kebijakan domestik, para pengunjuk rasa kini membawa agenda baru: penolakan keras terhadap perang di Iran yang diluncurkan Trump bersama Israel, yang dinilai memiliki tujuan dan lini masa yang tidak jelas.
Naveed Shah dari Common Defense, asosiasi veteran yang tergabung dalam gerakan No Kings, menyatakan bahwa situasi telah memburuk sejak aksi terakhir mereka. "Pemerintahan ini telah menyeret kita lebih dalam ke jurang perang. Di dalam negeri, kita menyaksikan keluarga tercabik-cabik dan komunitas imigran menjadi sasaran. Semuanya dilakukan atas nama satu orang yang mencoba memerintah layaknya seorang raja," tegas Shah.
Gerakan No Kings sebelumnya mencatat kesuksesan besar dengan mobilisasi jutaan orang pada Juni tahun lalu, diikuti oleh sekitar tujuh juta demonstran pada Oktober. Kali ini, penyelenggara menargetkan jumlah yang lebih besar, mengingat tingkat persetujuan (approval rating) Trump yang merosot ke angka 40% menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Penyelenggara gerakan No Kings mengonfirmasi bahwa lebih dari 3.000 titik aksi unjuk rasa telah direncanakan di seluruh penjuru AS, menandai peningkatan signifikan dibandingkan aksi-aksi sebelumnya.
Tidak hanya di AS, aksi solidaritas juga dijadwalkan berlangsung di berbagai ibu kota dunia seperti London, Paris, Wina, dan Madrid. Demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bagi Partai Republik bahwa kendali mereka di parlemen terancam runtuh akibat ketidakpuasan publik yang kian meluas. (France24/B-3)
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Presiden Donald Trump mengancam akan mengurangi pendanaan AS untuk NATO setelah negara-negara Eropa menolak membantu operasi militer di Iran.
Presiden Donald Trump menegaskan konflik dengan Iran belum usai. Targetkan ribuan titik baru dan berikan ultimatum penutupan Selat Hormuz hingga 6 hari ke depan.
Utusan khusus Steve Witkoff optimis negosiasi untuk mengakhiri perang Iran segera dimulai. AS masih menanti delegasi resmi Teheran di meja perundingan.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Kapal induk USS Gerald R. Ford bersandar di Kroasia untuk perbaikan darurat usai insiden kebakaran di Laut Merah yang melukai kru dan merusak fasilitas internal kapal.
Di tengah serangan AS-Israel, Washington membuka peluang negosiasi dengan Iran. Trump dorong kesepakatan damai segera tercapai.
Serangan rudal dan drone Iran hantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, melukai 10 tentara AS dan merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar strategis.
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved