Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Iran Ajukan Syarat Gencatan Senjata: Tuntut Ganti Rugi hingga Yurisdiksi Selat Hormuz

Media Indonesia
27/3/2026 17:00
Iran Ajukan Syarat Gencatan Senjata: Tuntut Ganti Rugi hingga Yurisdiksi Selat Hormuz
Ilustrasi: Seorang pria berjalan melewati spanduk bergambar rudal di sepanjang jalan di Teheran(ATTA KENARE / AFP)

DUTA Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali memaparkan sejumlah tuntutan krusial untuk mengakhiri eskalasi konflik di Timur Tengah. Langkah ini menyusul laporan bahwa Teheran telah mengirimkan tanggapan resmi atas rencana perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS).

Mengutip kantor berita Tasnim, Iran saat ini dalam posisi menunggu respons balik dari Washington. Melalui platform media sosial X, Dubes Jalali menjabarkan bahwa perdamaian permanen hanya dapat terwujud jika syarat-syarat hukum dan politik terpenuhi.

"Gencatan senjata yang langgeng memerlukan terpenuhinya tuntutan politis dan hukum sebagai berikut, berakhirnya agresi dan teror, kemudian adanya jaminan objektif bahwa perang tidak akan terulang kembali," tulis Jalali.

Tuntutan Kompensasi dan Kendali Selat Hormuz

Selain penghentian agresi, Iran menuntut kompensasi penuh atas seluruh kerusakan infrastruktur dan kerugian yang timbul akibat konflik. Teheran juga menegaskan posisi strategisnya dalam keamanan maritim internasional sebagai salah satu syarat utama perdamaian.

Iran secara spesifik menuntut adanya "penghormatan terhadap yurisdiksi hukum Iran di Selat Hormuz untuk menjamin keamanan maritim internasional". Jalali menegaskan bahwa tanpa pemenuhan syarat-syarat tersebut, perdamaian yang stabil mustahil tercapai.

Lebih lanjut, Jalali menekankan bahwa Teheran akan terus menggunakan hak membela diri secara sah hingga seluruh sumber ancaman terhadap kedaulatan mereka diberantas sepenuhnya.

Laporan media juga menyebutkan bahwa tuntutan Teheran mencakup penghentian segala bentuk permusuhan terhadap sekutu-sekutu regional Iran di Timur Tengah.

Konflik terbuka ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara bersama ke wilayah Iran, termasuk Teheran, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menelan korban jiwa. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan sebagai bentuk pertahanan diri. (Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya