Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan ANTARA terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, Jumat (27/3).
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
Sebelumnya pada 4 Maret lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
Namun demikian, Bahlil memastikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif pengadaan energi ke negara lain.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto pada 6 Maret mengatakan bahwa pemerintah RI terus meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.
Negara-negara "sahabat" yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teheran itu antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.
Adapun berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz, menurut laporan Anadolu. (Ant/P-3)
PT Pertamina Patra Niaga memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui optimalisasi sistem monitoring armada kapal berbasis teknologi Smartship.
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
Kemlu RI mengintensifkan dialog dengan otoritas Iran untuk memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Kapal tanker MT Abigail milik Pertamina dilaporkan kandas dan terdampar di kawasan Pantai Panduri, Tuban, setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved