Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Sistem pertahanan yang disiapkan disebut terdiri dari delapan lapisan terkoordinasi yang dirancang untuk menghadapi berbagai skenario serangan.
Dalam wawancara dengan Fars News Agency pada Sabtu (28/3), seorang pejabat militer Iran menjelaskan bahwa setiap lapisan pertahanan memiliki peran dan fungsi tersendiri dengan dukungan intelijen yang memantau pergerakan musuh secara menyeluruh.
"Apa yang menanti para penyerang jika terjadi kesalahan perhitungan adalah memasuki lapisan pertahanan yang telah kita buat mustahil untuk dilewati," katanya.
Lapisan pertama terdiri dari pasukan khusus elite yang menjadi garda terdepan. Unit ini mencakup Pasukan Khusus Angkatan Laut Garda Revolusi (IRGC), Korps Marinir, serta Brigade Lintas Udara ke-65, yang bertugas menghadapi ancaman awal dan menghancurkan kekuatan inti musuh.
Lapisan kedua diisi oleh pasukan lintas udara dan unit penyerang cepat, termasuk brigade dan divisi infanteri gunung yang dirancang untuk operasi ofensif di dalam wilayah pertempuran.
Lapisan ketiga merupakan brigade infanteri mekanis yang dilengkapi kendaraan lapis baja serta dukungan artileri berat dan penerbangan militer.
Lapisan keempat melibatkan unit kepolisian khusus dan pasukan operasi dalam negeri yang berfokus pada pengamanan wilayah perkotaan serta penanganan ancaman infiltrasi.
Lapisan kelima dan keenam masing-masing diisi oleh batalyon tempur, termasuk unit Imam Hussein dan Imam Ali, yang bertugas memperkuat garis pertahanan dan menjalankan operasi khusus dalam situasi kritis.
Lapisan ketujuh terdiri dari mobilisasi veteran, termasuk anggota Garda Revolusi dan Basij yang memiliki pengalaman perang sebelumnya.
Sementara itu, lapisan kedelapan adalah mobilisasi rakyat dalam jumlah besar, terutama di wilayah perbatasan. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari satu juta orang dan dapat meningkat hingga puluhan juta dalam kondisi darurat.
Pejabat militer tersebut menegaskan bahwa kekuatan utama sistem ini terletak pada koordinasi antarlapisan.
"Yang menjadikan struktur delapan lapis ini ancaman strategis bagi musuh bukanlah sekadar jumlah pasukan, tetapi koordinasi unik antar lapisan tersebut," sebutnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh unit berada dalam kondisi siaga tinggi.
"Dari Pasukan Khusus Nuhed hingga Mobilisasi Rakyat, setiap lapisan bukanlah garis pertahanan pasif, melainkan kompleks ofensif independen yang dirancang untuk menghancurkan musuh dan menangkap tawanan dari pihak agresor," lanjutnya.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam perkembangan terbaru, laporan Axios menyebut Washington tengah mempertimbangkan opsi invasi darat, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg untuk menekan Iran membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Sejumlah pejabat AS juga dilaporkan telah mengerahkan sekitar 5.000 personel Marinir dan Angkatan Laut ke kawasan tersebut, dengan rencana tambahan hingga 10.000 personel lainnya.
Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius, dengan kedua pihak memperkuat kesiapan militer di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. (I-2)
KEMUNGKINAN penarikan Iran dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) sedang dibahas di Teheran. Ini menurut laporan media Iran pada Sabtu (28/3).
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
PENTAGON dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran selama beberapa minggu ke depan. Ini seiring pengerahan ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) ke kawasan Timur Tengah.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Menlu Turki Hakan Fidan sebut Israel hambatan terbesar damai di Timur Tengah. Israel dinilai manfaatkan politik AS untuk agenda strategis dan perpanjang instabilitas.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
PENTAGON dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran selama beberapa minggu ke depan. Ini seiring pengerahan ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) ke kawasan Timur Tengah.
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved