Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Israel Bom Basis Prajurit Indonesia, Anies Baswedan Serukan Dunia Bertindak

 Gana Buana
30/3/2026 13:28
Israel Bom Basis Prajurit Indonesia, Anies Baswedan Serukan Dunia Bertindak
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan kecam serangan ke basis pasukan perdamaian PBB yang menewaskan prajurit Indonesia lewat X.(Instagram)

Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan kecaman keras atas serangan yang disebut menghantam basis pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menewaskan seorang prajurit Indonesia, sementara satu lainnya dilaporkan mengalami luka berat.

Dalam pernyataannya, Anies menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat dianggap sebagai kecelakaan ataupun dampak sampingan dari konflik. Ia menuding serangan itu sebagai bentuk pengabaian terang-terangan terhadap hukum internasional, personel PBB, serta para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

“Kami marah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia dibunuh. Yang lainnya sedang berjuang untuk hidupnya. Israel membom pangkalan tempat mereka bertugas,” tulis Anies di laman akun pribadinya, Kamis (30/3).

Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan sikap rezim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang, kata dia, berulang kali menunjukkan ketidakpedulian terhadap hukum internasional, resolusi PBB, dan keselamatan warga sipil maupun petugas kemanusiaan.

Anies juga menyoroti kontribusi besar Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Ia menyebut Indonesia telah mengirim lebih dari 1.200 personel untuk bertugas di bawah bendera PBB. Selain itu, pemerintah Indonesia dinilai aktif mendorong terciptanya resolusi damai dan berkeadilan di Timur Tengah.

“Indonesia telah melakukan lebih dari yang diharapkan. Kami telah mengirim lebih dari 1.200 prajurit untuk bertugas di bawah bendera PBB,” ujarnya.

Namun, menurut Anies, itikad baik Indonesia tersebut justru dibalas dengan serangan terhadap markas tempat pasukan Indonesia bertugas. Ia menilai serangan itu sebagai penghinaan terhadap seluruh upaya damai yang telah dilakukan Indonesia.

Lebih jauh, Anies mengatakan bahwa peristiwa ini bukanlah hal yang mengejutkan. Ia menuding pemerintahan Netanyahu berulang kali mengabaikan seruan dunia internasional untuk menahan diri, menyerang fasilitas PBB, serta menimbulkan korban dari kalangan sipil, jurnalis, pekerja bantuan kemanusiaan, hingga pasukan penjaga perdamaian.

Ia juga meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk tidak berhenti pada pernyataan belasungkawa dan kecaman semata. Menurut Anies, situasi saat ini menuntut langkah konkret, mendesak, dan dapat ditegakkan.

“Kredibilitas PBB sedang dipertaruhkan. Jika lembaga dunia ini tidak mampu melindungi penjaga perdamaiannya sendiri, lalu sebenarnya apa yang sedang dilindungi?” kata Anies.

Selain itu, Anies menyerukan negara-negara di dunia untuk bertindak bersama mendorong akuntabilitas. Ia meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan internasional serta aturan hukum internasional ditegakkan secara nyata.

Ia menegaskan bahwa hukum internasional hanya akan bermakna apabila negara-negara memiliki kemauan untuk mempertahankannya. Menurut dia, kemauan itu telah berkali-kali diuji, tetapi dunia masih gagal menunjukkan sikap tegas.

Di akhir pernyataannya, Anies menyampaikan duka cita kepada prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut serta doa bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi prajurit yang terluka.

“Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam,” tutupnya. (X/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya