Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan kecaman keras atas serangan yang disebut menghantam basis pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menewaskan seorang prajurit Indonesia, sementara satu lainnya dilaporkan mengalami luka berat.
Dalam pernyataannya, Anies menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dapat dianggap sebagai kecelakaan ataupun dampak sampingan dari konflik. Ia menuding serangan itu sebagai bentuk pengabaian terang-terangan terhadap hukum internasional, personel PBB, serta para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.
“Kami marah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia dibunuh. Yang lainnya sedang berjuang untuk hidupnya. Israel membom pangkalan tempat mereka bertugas,” tulis Anies di laman akun X pribadinya, Kamis (30/3).

Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan sikap rezim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang, kata dia, berulang kali menunjukkan ketidakpedulian terhadap hukum internasional, resolusi PBB, dan keselamatan warga sipil maupun petugas kemanusiaan.
Anies juga menyoroti kontribusi besar Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Ia menyebut Indonesia telah mengirim lebih dari 1.200 personel untuk bertugas di bawah bendera PBB. Selain itu, pemerintah Indonesia dinilai aktif mendorong terciptanya resolusi damai dan berkeadilan di Timur Tengah.
“Indonesia telah melakukan lebih dari yang diharapkan. Kami telah mengirim lebih dari 1.200 prajurit untuk bertugas di bawah bendera PBB,” ujarnya.
Namun, menurut Anies, itikad baik Indonesia tersebut justru dibalas dengan serangan terhadap markas tempat pasukan Indonesia bertugas. Ia menilai serangan itu sebagai penghinaan terhadap seluruh upaya damai yang telah dilakukan Indonesia.
Lebih jauh, Anies mengatakan bahwa peristiwa ini bukanlah hal yang mengejutkan. Ia menuding pemerintahan Netanyahu berulang kali mengabaikan seruan dunia internasional untuk menahan diri, menyerang fasilitas PBB, serta menimbulkan korban dari kalangan sipil, jurnalis, pekerja bantuan kemanusiaan, hingga pasukan penjaga perdamaian.
Ia juga meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk tidak berhenti pada pernyataan belasungkawa dan kecaman semata. Menurut Anies, situasi saat ini menuntut langkah konkret, mendesak, dan dapat ditegakkan.
“Kredibilitas PBB sedang dipertaruhkan. Jika lembaga dunia ini tidak mampu melindungi penjaga perdamaiannya sendiri, lalu sebenarnya apa yang sedang dilindungi?” kata Anies.
Selain itu, Anies menyerukan negara-negara di dunia untuk bertindak bersama mendorong akuntabilitas. Ia meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan internasional serta aturan hukum internasional ditegakkan secara nyata.
Ia menegaskan bahwa hukum internasional hanya akan bermakna apabila negara-negara memiliki kemauan untuk mempertahankannya. Menurut dia, kemauan itu telah berkali-kali diuji, tetapi dunia masih gagal menunjukkan sikap tegas.
Di akhir pernyataannya, Anies menyampaikan duka cita kepada prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut serta doa bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi prajurit yang terluka.
“Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam,” tutupnya. (X/Z-10)
PERDANA Menteri Benjamin Netanyahu terus menyatakan bahwa Israel berada dalam posisi unggul dalam konflik yang berlangsung sekitar satu bulan serta menilai Iran semakin tertekan.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
Eskalasi di Libanon meningkat setelah militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke pinggiran Beirut dan menangkap dua anggota pasukan komando Hizbullah.
Spekulasi mengenai keselamatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ramai beredar di media sosial setelah muncul klaim ia kemungkinan telah tewas
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan Israel menerima peti berisi jenazah yang menurut Hamas merupakan jenazah ke-16 dari 28 jenazah sandera sebagai syarat gencatan senjata
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel memiliki kebebasan penuh untuk mengambil tindakan militer terhadap negara mana pun, termasuk Libanon,
Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan dukungan penuh kepada Mesir sekaligus mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyerukan pengusiran warga Palestina.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dilaporkan berada di dalam sebuah bungker rahasia saat Iran menghajar negeri Zionis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved