Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jeffrey Epstein Bantah Dirinya 'Iblis' dalam Rekaman Wawancara Steve Bannon

Thalatie K Yani
03/2/2026 09:06
Jeffrey Epstein Bantah Dirinya 'Iblis' dalam Rekaman Wawancara Steve Bannon
Dalam video terbaru yang dirilis otoritas AS, Jeffrey Epstein terlihat berdebat dengan Steve Bannon mengenai statusnya sebagai predator seksual dan asal-usul kekayaannya.(Media Sosial X)

SEBUAH rekaman video wawancara berdurasi sekitar dua jam menjadi sorotan dalam rilis dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein oleh otoritas Amerika Serikat. Dalam video tersebut, mendiang pemodal yang terjerat skandal pelecehan seksual itu membantah label "iblis" yang ditujukan kepadanya dan bersikeras bahwa dirinya hanyalah predator seksual tingkat rendah.

Wawancara tersebut dipandu mantan penasihat Presiden Donald Trump, Steve Bannon. Pengambilan gambar tampaknya dilakukan di kediaman Epstein di New York pada tanggal yang tidak disebutkan, jauh sebelum ia ditemukan tewas di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan perdagangan seks anak di bawah umur.

Debat Mengenai Status Kriminal

Dalam cuplikan yang menegangkan, Bannon melontarkan pertanyaan tajam mengenai persepsi publik terhadap sosok Epstein. "Apakah Anda pikir Anda adalah iblis itu sendiri?" tanya Bannon.

"Tidak, tapi saya punya cermin yang bagus," jawab Epstein sambil tersenyum, mengenakan kemeja hitam dan kacamata. Saat didesak kembali, ia menambahkan, "Saya tidak tahu. Mengapa Anda mengatakan hal itu?"

Epstein, yang mengaku bersalah pada tahun 2008 atas kasus prostitusi anak di bawah umur, tampak berupaya meremehkan seriusnya vonis hukum yang diterimanya. Ia menolak ketika Bannon melabelinya sebagai "predator seksual kelas tiga". Sebuah klasifikasi di AS yang menunjukkan ancaman paling serius terhadap keselamatan publik.

"Bukan, saya yang paling rendah," ujar Epstein. "Tapi seorang kriminal," timpal Bannon, yang kemudian dijawab pendek oleh Epstein: "Ya."

Pembelaan Atas 'Uang Kotor'

Selain masalah kejahatan seksual, Bannon juga mencecar Epstein mengenai sumber kekayaannya. Bannon mempertanyakan apakah Epstein menganggap uangnya sebagai "uang kotor" karena diperoleh dari memberikan nasihat kepada "orang-orang terburuk di dunia."

Epstein bersikeras kekayaannya diperoleh secara legal, meski ia mengakui "etika selalu menjadi subjek yang rumit." Untuk membenarkan sumber penghasilannya, Epstein mengeklaim telah menyumbangkan dana untuk membantu pemberantasan polio di Pakistan dan India.

Jaringan Kekuasaan yang Luas

Dokumen-dokumen yang dirilis sejak Trump menjabat pada Januari 2025 ini terus mengungkap jaringan luas Epstein di kalangan elit politik dan bisnis global. Jutaan halaman dokumen, foto, hingga video memperlihatkan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh besar seperti Bill Gates (Microsoft), sutradara Woody Allen, hingga mantan Presiden Bill Clinton dan Donald Trump sendiri.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa Steve Bannon memiliki korespondensi rutin dengan Epstein. Sang pemodal bahkan sempat menawarkan bantuan kepada tokoh politik sayap kanan tersebut untuk menyebarkan ideologi konservatif di Eropa.

Hingga saat ini, Departemen Kehakiman AS masih terus menyisir jutaan halaman bukti guna mengungkap sejauh mana jaringan perdagangan seks anak yang dikelola Epstein mampu menghindari hukum selama puluhan tahun. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya