Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah merilis ribuan dokumen yakni Epstein Files yang berkaitan dengan penuntutan terhadap mendiang pelanggar seks dan pemodal Jeffrey Epstein, termasuk foto-foto tokoh terkemuka yang menghabiskan waktu bersamanya.
Tetapi para juru kampanye di balik Undang-Undang Transparansi File Epstein, yang memaksa Departemen Kehakiman pada hari Jumat untuk merilis semua Epstein file yang masih disegel, mengatakan bahwa terlalu banyak informasi di dalamnya yang telah dihapus.
Selain itu, menurut media AS, setidaknya 16 file, yang mereka katakan terlambat diungkapkan, telah "menghilang" dari situs web tempat mereka dirilis. Ada files dari Epstein Files yang dihapus termasuk foto yang menunjukkan Presiden Donald Trump.
Undang-Undang Transparansi Epstein Files, yang ditandatangani Trump menjadi undang-undang setelah disahkan oleh Kongres pada bulan November, mengharuskan pemerintah untuk melepaskan semua materi yang tidak diklasifikasikan yang dimilikinya terkait dengan kasus perdagangan seks Epstein dan pacarnya, Ghislaine Maxwell. Maxwell saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena perannya dalam skandal tersebut.
Terlepas dari banyak redaksi dokumen dalam Epstein Files, ada beberapa informasi baru tentang orang-orang berkuasa yang terkait dengan Epstein.
Rilis terbaru dari dokumen Epstein Files berkaitan dengan penuntutan Epstein. Ia meninggal karena bunuh diri di penjara New York pada tahun 2019. Tahap pertama dari sekitar 950 halaman dokumen pengadilan dipublikasikan pada awal tahun 2024. Satu dokumen yang dirilis kali ini menegaskan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) diberi tahu tentang kejahatan terpidana pelaku kejahatan seks hampir satu dekade sebelum dia ditangkap pertama kali.
Pada bulan September 1996, Maria Farmer korban yang selamat dari kejahatan Epstein, melapor kepada FBI bahwa mendiang pemodal terlibat itu dalam pelecehan seksual terhadap anak. Farmer mengatakan para pejabat gagal mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki. Sementara nama pelapor dihapus dalam dokumen Epstein Files yang berkaitan dengan pengaduan ini ke FBI, Farmer telah mengonfirmasi bahwa itu dibuat olehnya.
Farmer yang saat ini berusia 50 tahun melalui pengacaranya mengatakan :
"Saya ingin semua orang tahu bahwa saya meneteskan air mata kegembiraan untuk diri saya sendiri tetapi juga air mata kesedihan untuk semua korban lain yang gagal FBI," katanya.
Transkrip persidangan yang baru dirilis juga mencakup kesaksian dari agen FBI yang menggambarkan wawancara yang mereka lakukan dengan anak perempuan dan remaja putri yang menggambarkan pengalaman mereka dibayar untuk melakukan tindakan seks untuk Epstein. Orang yang diwawancarai termuda berusia 14 tahun, menurut media lokal.
Sebagian besar materi yang diterbitkan telah beredar di domain publik setelah bertahun-tahun tindakan pengadilan dan penyelidikan. Namun, banyak dari foto-foto baru dalam Epstein Files, beberapa di antaranya sangat dihitamkan, menampilkan tokoh masyarakat terkenal. (Al-Jazeera/H-4)
Mantan PM Inggris Gordon Brown meminta penyelidikan polisi atas dugaan Andrew menggunakan fasilitas negara untuk bertemu Jeffrey Epstein.
Raja Charles dikabarkan tidak akan menentang rencana parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi menyusul penangkapannya terkait kasus serius.
Kasus dugaan pelanggaran jabatan Andrew Mountbatten-Windsor memasuki babak baru. Raja Charles dan Donald Trump beri respons mengejutkan.
Mantan Pangeran Inggris Prince Andrew ditangkap polisi Thames Valley atas dugaan pelanggaran jabatan publik menyusul pengungkapan dokumen Jeffrey Epstein.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Berbeda dengan gugatan sipil sebelumnya yang berfokus pada tuduhan pelecehan seksual, penangkapan kali ini berkaitan dengan pelanggaran jabatan publik.
Mitra dagang Amerika Serikat (AS) di Asia menghadapi ketidakpastian baru setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor tambahan
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan darurat bagi warga Amerika di Meksiko untuk segera mencari tempat berlindung menyusul kerusuhan akibat tewasnya bos kartel El Mencho.
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menolak tawaran kapal rumah sakit Donald Trump dan menyindir sistem kesehatan AS yang berbayar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved