Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Trump Melunak di Tengah Tekanan Publik atas Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Dhika Kusuma Winata
27/1/2026 15:35
Trump Melunak di Tengah Tekanan Publik atas Penembakan Alex Pretti di Minneapolis
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy Jordan)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengubah pendekatannya menyusul gelombang kecaman nasional atas penembakan Minneapolis yang melibatkan aparat imigrasi federal (ICE). Trump mengutus pejabat utamanya di bidang keamanan perbatasan, Tom Homan, ke kota tersebut dan menyampaikan pernyataan bernada lebih meredakan ketegangan menyusu penembakan Alex Pretti hingga tewas oleh ICE.

Langkah itu diambil di tengah tekanan besar terhadap Gedung Putih setelah rekaman video penembakan terbaru menyebar luas dan memicu aksi protes di berbagai kota. Kritik juga datang dari mantan presiden Bill Clinton dan Barack Obama, serta mulai muncul dari kalangan internal Partai Republik.

“Tom Homan akan melapor langsung kepada saya,” kata Trump.

Penugasan itu dipandang sebagai pengakuan pemerintah menghadapi dampak politik serius akibat kebijakan penegakan imigrasi yang dinilai keras. Sejumlah survei menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat tidak menyetujui pendekatan agresif yang dilakukan agen ICE.

Trump mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan Gubernur Minnesota Tim Walz. Ia juga menghubungi Wali Kota Minneapolis Jacob Frey. Frey menyebut Trump sepakat situasi yang terjadi saat ini tidak bisa terus dibiarkan dan sebagian agen federal akan mulai meninggalkan Minneapolis pada Selasa.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan tidak ada keinginan dari pihak mana pun di pemerintahan untuk melihat warga terluka atau kehilangan nyawa.

“Tidak seorang pun di Gedung Putih, termasuk Presiden Trump, ingin melihat orang-orang terluka atau terbunuh,” ujarnya.

Gedung Putih juga menyampaikan duka cita atas tewasnya Alex Pretti, seorang perawat yang ditembak mati oleh petugas imigrasi saat mengikuti aksi protes di Minneapolis pada Sabtu lalu.

Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump sempat menyebut Pretti sebagai teroris domestik. Pernyataan itu menuai kritik keras. Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison menilai narasi tersebut sebagai sama sekali tidak masuk akal.

Minneapolis menjadi pusat gejolak. Aksi unjuk rasa besar digelar meski cuaca ekstrem, menyusul penembakan Renee Good, seorang ibu tiga anak berusia 37 tahun, oleh agen ICE pada 7 Januari. Seperti Pretti, Good juga ditembak dari jarak dekat dan sama-sama merupakan warga negara AS.

Meski begitu, tidak ada indikasi Trump akan mengendurkan kebijakan imigrasi secara nasional. Gedung Putih tetap menegaskan operasi penindakan terhadap imigran ilegal akan berlanjut. Leavitt menyatakan masih terdapat ratusan ribu imigran ilegal yang dikategorikan paling berbahaya untuk dideportasi. (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya