Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Buntut Penembakan Alex Pretti, Agen Federal ICE akan Angkat Kaki dari Minneapolis

Dhika Kusuma Winata
27/1/2026 15:38
Buntut Penembakan Alex Pretti, Agen Federal ICE akan Angkat Kaki dari Minneapolis
Agen Federal ICE, Amerika Serikat.(Dok. Cato Institute)

WALI Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan sebagian agen federal yang selama ini melakukan operasi penegakan imigrasi (ICE) di wilayahnya akan mulai meninggalkan kota tersebut pada Selasa waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan Frey usai melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penarikan sebagian agen dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.

Saat kejadian, para agen tersebut berada di Minneapolis dalam rangka operasi besar penindakan imigrasi ilegal yang digencarkan pemerintahan Trump.

Kematian Alex Pretti menambah daftar korban penembakan oleh aparat federal di Minneapolis dalam kurun waktu singkat. 

Frey mengungkapkan Presiden Trump sepakat kondisi keamanan yang terjadi di Minneapolis tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.

“Sebagian agen federal akan mulai meninggalkan wilayah ini mulai besok (Selasa) dan saya akan terus mendorong agar seluruh pihak yang terlibat dalam operasi ini juga angkat kaki,” kata Frey.

Kurang dari tiga pekan sebelumnya, seorang warga bernama Renee Good juga tewas ditembak agen ICE di lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari tempat Pretti meninggal.

Gelombang pengerahan ribuan agen imigrasi federal ke Minneapolis berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Langkah tersebut dipicu laporan mengenai dugaan penipuan yang melibatkan imigran Somalia.

Minneapolis sendiri dikenal sebagai salah satu kota dengan populasi warga keturunan Somalia terbesar di Amerika Serikat.

Pada Minggu, area di sekitar lokasi penembakan Pretti dipasangi garis polisi dan dijaga kendaraan patroli. Meski suhu udara mencapai minus 20 derajat Celsius, sejumlah warga tetap mendatangi lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir. Beberapa di antaranya berlutut di atas salju yang membeku.

Tugu peringatan darurat yang dibangun di lokasi kejadian dipenuhi karangan bunga, lilin, serta berbagai poster berisi pesan protes. Sejumlah tulisan berbunyi, 

“Hentikan pembunuhan terhadap kami,” “Cukup sudah. ICE harus pergi,” serta “Alex seharusnya masih bersama kami,” terlihat terpampang di sekitar area tersebut. (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya