Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG protes kembali mengguncang Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal yang melibatkan agen patroli perbatasan Amerika Serikat pada Sabtu (24/1). Korban diidentifikasi sebagai Alex Pretti, 37, seorang perawat lokal yang menjadi warga sipil kedua yang tewas di tangan agen federal dalam bulan ini.
Insiden ini memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat. Pihak berwenang bahkan harus mengerahkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes operasi besar-besaran oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di kota tersebut.
Ketegangan di Minneapolis sebenarnya telah meningkat sejak pemerintahan Trump mengerahkan 2.000 agen federal pada 6 Januari lalu. Operasi ini diluncurkan sebagai respons terhadap perintah deportasi bagi imigran di Minneapolis. Situasi kian memburuk setelah penembakan fatal warga negara AS, Renee Nicole Good, pada 8 Januari silam.
Dalam insiden terbaru, sebuah video yang diverifikasi BBC memperlihatkan detik-detik para agen mengepung dan menjatuhkan Pretti ke tanah di Nicollet Avenue. Dalam rekaman tersebut, seorang agen tampak memukul Pretti beberapa kali sebelum suara tembakan terdengar dan korban tersungkur. Polisi setempat mendeskripsikan Pretti sebagai pemilik senjata api yang sah dan tidak memiliki catatan kriminal selain pelanggaran parkir.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengonfirmasi penembakan tersebut terjadi saat petugas sedang menjalankan "operasi terarget". Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, menyebut seorang pria mendekati petugas dengan pistol semi-otomatis 9mm.
"Para petugas mencoba melucuti senjata tersangka, tetapi tersangka yang bersenjata itu melawan dengan keras," ujar McLaughlin. "Karena mengkhawatirkan nyawanya dan nyawa serta keselamatan sesama petugas, seorang agen melepaskan tembakan pertahanan."
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan kecaman dari otoritas negara bagian. Gubernur Minnesota, Tim Walz, secara tegas menuntut agar pihak negara bagian yang memimpin penyelidikan. Sementara itu, Walikota Minneapolis, Jacob Frey, menyebut operasi ini bukan menciptakan keamanan, melainkan sebuah "invasi" oleh agen bermasker yang merasa kebal hukum.
"Letakkan Minneapolis, letakkan Amerika sebagai prioritas. Ambil tindakan sekarang dan tarik para agen federal ini," tegas Frey kepada Presiden Donald Trump.
Presiden Donald Trump menanggapi insiden ini dengan membela tindakan para agen. Melalui media sosial, ia mengunggah foto senjata yang diklaim milik Pretti dan mempertanyakan peran polisi lokal.
"Walikota dan Gubernur memanggil mereka (polisi lokal)? Disebutkan bahwa banyak dari polisi ini tidak diizinkan melakukan tugasnya, sehingga ICE harus melindungi diri mereka sendiri - bukan hal yang mudah dilakukan!" tulis Trump.
Tanpa memberikan bukti, Trump juga menuduh pejabat lokal melakukan penutupan fakta dan menyebut retorika mereka sebagai "hasutan pemberontakan". Situasi di Minneapolis hingga kini dilaporkan masih sangat volatil dengan penjagaan ketat di berbagai sudut kota. (BBC/Z-2)
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Panggung Grammy Awards 2026 berubah jadi ajang protes. Kehlani, Justin Vernon, hingga Shaboozey suarakan penolakan terhadap ICE usai insiden penembakan Alex Pretti.
Laporan terbaru DHS ungkap detail penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Trump persoalkan senjata korban, sementara pejabat AS sebut teroris domestik.
Presiden Trump umumkan deeskalasi di Minneapolis pasca penembakan fatal warga sipil oleh agen federal.
Presiden Trump gelar pertemuan darurat di Oval Office pasca penembakan Alex Pretti oleh agen federal.
Penarikan sebagian agen ICE dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat di Minneapolis, Minnesota, hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.
Laporan terbaru DHS ungkap detail penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Trump persoalkan senjata korban, sementara pejabat AS sebut teroris domestik.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai mengubah pendekatannya menyusul gelombang kecaman nasional atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis yang melibatkan aparat ICE.
SUASANA duka bercampur kemarahan menyelimuti jalan-jalan Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), setelah penembakan terhadap seorang perawat Alex Pretti oleh aparat federal ICE.
Keluarga dan rekan kerja mengungkap sosok Alex Pretti, perawat ICU yang tewas ditembak agen imigrasi. Benarkah ia ancaman atau justru mencoba melindungi?
Ketegangan politik pecah di AS pasca tewasnya perawat Alex Pretti. Departemen Kehakiman salahkan pejabat lokal, sementara Demokrat sebut agen federal "tak terkendali."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved