Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Trump Gelar Pertemuan Darurat dengan Kristi Noem di Oval Office Bahas Kondisi Minneapolis

Thalatie K Yani
28/1/2026 04:42
Trump Gelar Pertemuan Darurat dengan Kristi Noem di Oval Office Bahas Kondisi Minneapolis
Presiden Trump gelar pertemuan darurat di Oval Office pasca penembakan Alex Pretti oleh agen federal. (Instagram)

PRESIDEN Donald Trump mengadakan pertemuan tertutup selama hampir dua jam dengan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem dan penasihat seniornya, Corey Lewandowski, di Oval Office pada Senin malam. Pertemuan ini dilakukan atas permintaan langsung Noem di tengah meningkatnya ketegangan di Minneapolis.

Langkah ini menjadi sinyal pertama adanya evaluasi dari pemerintahan Trump setelah insiden penembakan fatal terhadap Alex Pretti oleh agen federal, Sabtu lalu. Pretti merupakan orang kedua yang tewas di tangan agen federal di kota tersebut dalam bulan ini.

Dukungan Trump dan Kelanjutan Agenda Imigrasi

Meskipun tekanan publik meningkat, sumber internal menyatakan Trump tidak memberikan ancaman pencopotan jabatan terhadap Noem maupun Lewandowski. Sebaliknya, pertemuan tersebut fokus pada diskusi jujur mengenai kelanjutan agenda imigrasi di Minnesota yang kini menghadapi kecaman nasional, termasuk dari kalangan internal Republik.

Saat ditanya pada hari Selasa mengenai kemungkinan Noem mengundurkan diri, Trump menjawab singkat, "tidak," dan menambahkan Noem telah "melakukan pekerjaan yang sangat baik."

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, Tricia McLaughlin, mengonfirmasi diskusi panjang tersebut melalui Fox News.

"Saya tidak bisa masuk ke spesifikasi tersebut, tetapi Sekretaris Noem tentu saja akan terus mengawasi Departemen Keamanan Dalam Negeri," ujar McLaughlin. Ia menambahkan bahwa Noem "sangat senang" dengan penunjukan Tom Homan untuk memimpin operasi imigrasi di Minneapolis.

Pergeseran Kepemimpinan di Lapangan

Sebagai bagian dari strategi baru, Trump mengumumkan pengiriman "Border Czar" Tom Homan untuk memimpin operasi di Minneapolis. Hal ini menandai berakhirnya kepemimpinan Kepala Border Patrol, Gregory Bovino, di wilayah tersebut.

Bovino sebelumnya menjadi sorotan setelah terlibat perselisihan di media sosial dengan sejumlah anggota legislatif. Ia mengklaim tanpa bukti kuat bahwa korban, Alex Pretti, melakukan penyerangan terhadap petugas sebelum tewas tertembak, pernyataan yang justru bertentangan dengan rekaman video yang beredar. Akun media sosial Bovino telah ditangguhkan DHS, Senin.

Investigasi yang Masih Menggantung

Hingga saat ini, penyelidikan federal atas penembakan Sabtu lalu dipimpin oleh unit investigasi DHS dengan dukungan dari FBI. Namun, ketidakpastian masih menyelimuti proses hukum yang berjalan.

Departemen Kehakiman diketahui belum membuka investigasi hak sipil terkait insiden tersebut. Di sisi lain, sebuah pusat koordinasi krisis justru didirikan di Minneapolis yang difokuskan untuk menyelidiki para pengunjuk rasa, bukan pada tindakan agen federal yang terlibat. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya