Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pejabat Tinggi Patroli Perbatasan Mundur, 4.000 Agen Terdeteksi

Thalatie K Yani
27/1/2026 04:39
Pejabat Tinggi Patroli Perbatasan Mundur, 4.000 Agen Terdeteksi
Gregory Bovino ditarik dari Minneapolis menyusul penembakan Alex Pretti. Sementara itu, Jaksa Agung Minnesota menggugat operasi massal 4.000 agen federal.(Instagram)

ESKALASI ketegangan di Minneapolis memasuki babak baru. Gregory Bovino, pejabat tinggi Patroli Perbatasan (Border Patrol), dijadwalkan meninggalkan kota tersebut pada Selasa waktu setempat. Langkah ini menandai mundurnya salah satu tokoh kunci dalam operasi penegakan imigrasi besar-besaran di bawah pemerintahan Trump.

Penarikan Bovino dilakukan setelah Presiden Donald Trump menunjuk Tom Homan, "Border Czar" Gedung Putih, untuk memimpin operasi ICE di Minneapolis. Keputusan ini diambil menyusul frustrasi internal pemerintah atas penanganan dampak penembakan fatal terhadap Alex Pretti oleh agen federal Sabtu lalu.

Bovino sebelumnya menuai kritik tajam setelah mengklaim tanpa bukti kuat bahwa Pretti berniat melakukan "pembantaian" terhadap agen federal. Gedung Putih juga mulai menjaga jarak dari label "teroris domestik" yang sempat disematkan oleh Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, kepada korban.

4.000 Agen Federal Tersebar di Minnesota

Dalam persidangan di Pengadilan Distrik AS pada Senin, terungkap data baru mengenai skala operasi di lapangan. Departemen Kehakiman mengonfirmasi total 4.000 agen federal telah dikerahkan ke Minnesota, yang terdiri dari 2.000 agen ICE dan 2.000 agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).

Angka ini menjadi poin krusial dalam gugatan yang diajukan Jaksa Agung Minnesota, Keith Ellison. Ia menuntut penghentian sementara "Operation Metro Surge" yang dianggap melanggar kedaulatan negara bagian.

"Negara bagian kami memiliki hak atas hukum dan kebijakan kami sendiri. Pemerintah federal tidak punya hak untuk membanjiri kami, mengancam kami dengan pembalasan, dan memaksa Minnesota mematuhi kebijakan Trump," tegas Ellison di depan pengadilan.

Kendala Transparansi: Ketiadaan Kamera Tubuh

Isu transparansi juga menjadi sorotan tajam dalam persidangan. Terungkap agen ICE yang beroperasi di wilayah St. Paul tidak dilengkapi dengan kamera tubuh (body camera). Pihak administrasi berdalih butuh waktu 180 hari untuk melengkapi 2.000 agen di Twin Cities dengan perangkat tersebut karena keterbatasan logistik.

Di sisi lain, hakim federal telah mengeluarkan perintah pencegahan sementara (TRO) yang melarang lembaga federal memusnahkan atau mengubah bukti apa pun terkait kematian Alex Pretti.

Gejolak Politik di Washington

Di tingkat legislatif, upaya Partai Demokrat untuk memangkas pendanaan ICE menghadapi jalan terjal. Meskipun insiden penembakan Pretti memicu kemarahan publik, ketergantungan anggaran pada paket belanja pertahanan membuat posisi tawar Demokrat melemah.

Data menunjukkan jika terjadi penutupan pemerintahan (shutdown), lebih dari 93% pekerja ICE dan CBP tetap akan bekerja. Dari sekitar 271.927 karyawan DHS, hanya 22.862 yang akan dirumahkan, memastikan operasi penegakan hukum di bawah kendali Kristi Noem tetap berjalan hampir sepenuhnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya