Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kendali Operasi di Minneapolis Berpindah ke Tangan "Border Tsar" Tom Homan

Thalatie K Yani
28/1/2026 06:20
Kendali Operasi di Minneapolis Berpindah ke Tangan
Tom Homan resmi pimpin operasi imigrasi di Minneapolis pasca penembakan warga sipil. Simak profil "Border Tsar" dan masa depan kebijakan deportasi AS.(ICE)

PRESIDEN Donald Trump resmi menerjunkan "Border Tsar" Tom Homan untuk memimpin langsung operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Langkah strategis ini diambil menyusul krisis kepercayaan publik setelah dua warga negara Amerika Serikat tewas ditembak oleh agen federal di kota tersebut dalam waktu kurang dari sebulan.

Homan, yang tiba di Minneapolis pada Selasa, kini menjabat sebagai titik kontak utama di lapangan. Penunjukannya menandai berakhirnya masa tugas Gregory Bovino, komandan Border Patrol yang selama ini menjadi wajah agresif dari gerakan deportasi massal pemerintahan Trump.

Profil Tom Homan: Veteran Kebijakan Imigrasi

Tom Homan, 64, bukanlah sosok baru dalam dunia keamanan perbatasan. Memulai karier sebagai petugas polisi sebelum bergabung dengan Border Patrol pada 1984, Homan memiliki rekam jejak panjang lintas administrasi, baik Republik maupun Demokrat. Pada era Obama, ia memimpin divisi Penegakan dan Penghapusan (ERO) di bawah ICE.

Meskipun jabatan "Border Tsar" merupakan posisi kebijakan yang tidak memerlukan konfirmasi Senat, pengaruh Homan sangat besar. Ia dikenal sebagai pembela vokal kebijakan deportasi massal dengan prinsip menargetkan "yang terburuk dari yang terburuk."

"Kami tidak akan menginstruksikan ICE untuk tidak menangkap [seseorang] kecuali ada kejahatan serius," tegas Homan kepada wartawan di Gedung Putih Juli lalu. "Pesan apa yang dikirimkan hal itu kepada seluruh dunia? Silakan saja masuk ke negara ini."

Mengapa Greg Bovino Diganti?

Berbeda dengan Homan yang lebih piawai dalam komunikasi publik, Greg Bovino dikenal dengan taktik lapangan yang sangat agresif, salah satunya metode "turn and burn". Di mana penangkapan kilat sebelum demonstran sempat berkumpul di lokasi.

Bovino, yang menjawab langsung kepada Kepala Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, belakangan ini kerap bersitegang dengan para pembuat kebijakan dari kedua partai terkait operasinya di Minneapolis. Pergantian ini dilihat oleh para pengamat sebagai pengakuan terselubung dari Gedung Putih bahwa diperlukan perubahan gaya kepemimpinan di tengah kekhawatiran masyarakat yang memuncak.

Perubahan Gaya, Bukan Substansi

Meski kepemimpinan berganti, para ahli memperkirakan tidak akan ada perubahan substansial dalam kebijakan deportasi. Lora Ries, mantan pejabat imigrasi DHS, menyebut Homan memiliki pengalaman lebih banyak dalam penegakan hukum interior di kota-kota Amerika.

Namun, bagi aktivis imigrasi, rekam jejak Homan tetap mengkhawatirkan. Homan adalah salah satu pendukung utama kebijakan pemisahan keluarga pada masa jabatan pertama Trump.

"Saya tidak yakin ini berarti banyak. Homan adalah advokat deportasi karier dan arsitek pemisahan keluarga," ujar Michael Lukens, Direktur Eksekutif Amica Center. "Saya pikir perbedaannya adalah dia lebih terpoles daripada Bovino. Dia lebih baik dalam berbicara kepada pers dan pemangku kepentingan. Tidak ada dunia di mana Homan adalah seorang moderat." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya