Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump resmi menandatangani rancangan undang-undang (RUU) pengeluaran pada Selasa waktu setempat, sekaligus mengakhiri penutupan sebagian (shutdown) pemerintah federal yang telah berlangsung selama empat hari. Penutupan ini sebelumnya dipicu penolakan keras dari Partai Demokrat terkait pendanaan badan federal yang menjalankan kebijakan penindakan imigrasi.
RUU tersebut sampai di meja Trump di Gedung Putih setelah melewati pemungutan suara yang sangat ketat di DPR yang dikuasai Partai Republik, dengan perolehan suara 217-214. Tercatat, 21 anggota Demokrat menyeberang untuk mendukung paket pendanaan ini, sementara jumlah anggota Republik yang sama justru menolak karena enggan memenuhi tuntutan reformasi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang diajukan Demokrat.
Kebuntuan negosiasi anggaran DHS ini merupakan imbas dari insiden penembakan dua warga sipil AS oleh agen federal di Minneapolis. Kota tersebut kini menjadi pusat ketegangan atas kebijakan imigrasi keras yang diusung presiden dari Partai Republik tersebut.
Trump, yang sebelumnya pernah memimpin rekor shutdown terlama selama 43 hari pada musim panas lalu, terus menekan Partai Republik untuk segera mengadopsi RUU ini guna mengakhiri penutupan yang dimulai sejak Sabtu. "RUU ini adalah kemenangan besar bagi rakyat Amerika," ujar Trump dalam upacara penandatanganan di Gedung Putih.
"Alih-alih omnibus mengerikan yang membengkak dan boros serta penuh dengan pemberian kepentingan khusus, kita telah berhasil meloloskan paket yang bertanggung jawab secara fiskal yang benar-benar memotong pengeluaran federal yang boros sambil mendukung program-program penting bagi keselamatan, keamanan, dan kemakmuran rakyat Amerika," tambahnya.
Partai Demokrat di DPR sebelumnya menuntut perubahan mendasar pada cara DHS melakukan razia imigrasi. Mereka menyoroti penggunaan agen bersenjata berat, bertopeng, dan tanpa identitas yang sering menahan orang tanpa surat perintah.
Tekanan publik nasional meningkat setelah agen federal menembak mati Renee Nicole Good, seorang ibu tiga anak, dan Alex Pretti, seorang perawat veteran, di Minneapolis bulan lalu. Menanggapi desakan tersebut, Sekretaris DHS Kristi Noem mengumumkan agen federal di kota tersebut wajib mengenakan kamera badan (body camera) "berlaku segera" dan akan diperluas secara nasional.
Meskipun shutdown telah berakhir, tantangan besar masih menanti. Para pembuat kebijakan kini hanya memiliki waktu dua minggu untuk merundingkan RUU pendanaan DHS setahun penuh sebelum masa berlaku anggaran sementara berakhir.
Kedua belah pihak mengakui bahwa pembicaraan mendatang akan sangat bermuatan politis. Demokrat terus menuntut batasan baru pada penegakan imigrasi, sementara kelompok konservatif mendorong prioritas kebijakan mereka sendiri.
Sebagai informasi, kondisi shutdown sempat membekukan pendanaan untuk operasional federal non-esensial, yang memaksa lembaga-lembaga menghentikan layanan, merumahkan pekerja tanpa gaji, atau mewajibkan mereka bekerja tanpa bayaran sementara waktu. (AFP/Z-2)
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) terancam tutup akibat kegagalan negosiasi imigrasi. Simak poin-poin tuntutan Demokrat dan sikap keras Gedung Putih.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Demokrat tuding Jaksa Agung Pam Bondi tutupi berkas Jeffrey Epstein dan jadikan DOJ alat balas dendam Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved