Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kehlani hingga Billie Eilish Kompak Protes Brutalitas ICE di Atas Panggung Grammy Award 2026

Thalatie K Yani
02/2/2026 08:43
Kehlani hingga Billie Eilish Kompak Protes Brutalitas ICE di Atas Panggung Grammy Award 2026
Panggung Grammy Awards 2026 berubah jadi ajang protes. Kehlani, Justin Vernon, hingga Shaboozey suarakan penolakan terhadap ICE usai insiden penembakan Alex Pretti.(CBS)

PERHELATAN Grammy Awards 2026 tidak hanya menjadi ajang selebrasi musik, tetapi juga panggung protes politik yang tajam. Sejumlah musisi papan atas menggunakan kesempatan ini untuk mengecam tindakan lembaga Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menyusul rangkaian insiden kekerasan yang mengguncang publik belakangan ini.

Penyanyi R&B Kehlani memicu perhatian saat menerima penghargaan Best R&B Performance untuk lagu "Folded". Dalam pidato kemenangannya, ia tanpa ragu melontarkan kecaman keras terhadap ICE dan mendesak rekan sesama artis untuk berani bersuara.

"Saya mendorong artis lain untuk berbicara menentang semua ketidakadilan yang terjadi di dunia saat ini," ujar Kehlani yang juga mengenakan pin bertuliskan "ICE Out".

Aksi mengenakan pin "ICE Out" ini juga diikuti deretan nama besar lainnya seperti Billie Eilish, Justin dan Hailey Bieber, Jack Antonoff, hingga Samara Joy. Fenomena ini merupakan kelanjutan dari gerakan serupa yang sebelumnya terlihat di Golden Globes dan Sundance Film Festival.

Solidaritas untuk Minneapolis

Pendiri Bon Iver, Justin Vernon, menjelaskan makna di balik pin berbentuk peluit yang ia kenakan. Pin tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi warga Minneapolis yang berjaga dan meniup peluit saat melihat petugas ICE datang untuk melindungi komunitas mereka.

Vernon mengaku sempat ragu untuk hadir di Los Angeles setelah insiden penembakan Alex Pretti oleh agen ICE. Namun, ia merasa terinspirasi oleh gerakan rakyat di Minneapolis.

"Melihat orang-orang bersatu di Minneapolis dan berorganisasi tanpa pemerintah pusat... Saya melihat mereka menjadi pembangkang. Saya hanya ingin menghormati mereka dan memperkuat apa yang mereka lakukan," ungkap Vernon.

Penyanyi jazz Samara Joy juga menyatakan hal serupa. Baginya, mengenakan pin tersebut adalah upaya untuk mengakui sisi kemanusiaan bagi mereka yang mengalami tragedi. "Sekarang bukan waktunya untuk merasa terpuruk, tetapi untuk bersuara bagi mereka yang saat ini tidak bisa melakukannya," tegasnya.

Pujian untuk Imigran

Shaboozey, yang meraih Grammy pertamanya lewat kategori Best Country Duo/Group Performance untuk lagu "Amen", menggunakan pidatonya untuk membela kaum imigran.

"Imigran membangun negara ini, secara harfiah. Jadi ini untuk mereka, untuk semua anak imigran," ujar Shaboozey. "Terima kasih telah membawa budaya, musik, cerita, dan tradisi kalian ke sini. Kalian memberi warna bagi Amerika."

Keresahan para musisi ini sejalan dengan pernyataan aktor Mark Ruffalo dan Natalie Portman dalam ajang penghargaan sebelumnya. Mereka menekankan bahwa merayakan prestasi di tengah "negara yang sedang kesakitan" akibat brutalitas aparat adalah hal yang sulit dilakukan tanpa menyuarakan kebenaran. Bagi para pesohor ini, mendiamkan ketidakadilan di tengah krisis nasional bukanlah sebuah pilihan. (Veriety/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya