Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DISKUSI panas terjadi antara Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem dan pembawa acara CNN, Jake Tapper, dalam program "State of the Union". Perdebatan tersebut menyoroti konsistensi penegakan hukum di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, terutama terkait perbedaan perlakuan antara insiden penembakan di Minneapolis dan kerusuhan Capitol 6 Januari 2021.
Ketegangan bermula saat Tapper memperlihatkan video para perusuh 6 Januari, yang telah mendapatkan pengampunan dari Trump, saat mereka menyerang aparat penegak hukum. Tapper kemudian bertanya apakah Noem merasa penggunaan kekuatan mematikan oleh polisi akan dibenarkan dalam situasi tersebut, merujuk pada pembelaan Noem terhadap agen ICE dalam kasus Minneapolis.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Noem menekankan setiap tindakan bergantung pada kondisi spesifik di lapangan.
“Setiap situasi akan bergantung pada situasi di mana petugas tersebut berada,” ujar Noem. “Namun mereka tahu bahwa ketika orang-orang menyerang mereka, ketika mereka menggunakan senjata melawan mereka, ketika mereka mencelakai mereka secara fisik, mereka memiliki otoritas untuk menangkap individu-individu tersebut, dan memastikan mereka menghadapi konsekuensinya.”
Namun, ketika ditekan mengenai keputusan Presiden Trump yang mengampuni individu-individu yang justru menyerang polisi pada hari itu, Noem bersikeras pemerintahan saat ini tetap fokus pada penegakan hukum yang setara.
“Setiap investigasi ini muncul dalam konteks penuh dari situasi di lapangan,” kata Noem. “Itulah satu hal yang sangat difokuskan oleh Presiden Trump, yaitu memastikan bahwa ketika kita berada di luar sana, kita tidak memilih-milih situasi mana dan hukum mana yang ditegakkan dan mana yang tidak. Setiap hukum sedang ditegakkan di bawah pemerintahan Trump.”
Pernyataan Noem langsung mendapat sanggahan keras dari Jake Tapper. Tapper menilai klaim Noem tidak sesuai dengan fakta pengampunan yang diberikan oleh presiden.
“Saya menunjukkan kepada Anda video orang-orang menyerang petugas penegak hukum. Bukti yang tidak terbantahkan, fakta yang tidak terbantahkan, dan saya baru saja mengatakan, ‘Presiden Trump mengampuni mereka semua,’ dan Anda mengatakan bahwa Presiden Trump menegakkan semua hukum secara setara. Itu tidak benar,” cecar Tapper.
Noem tetap pada posisinya dengan menyatakan setiap investigasi harus dilakukan dengan benar sesuai konteks di lapangan. Ia menambahkan departemennya saat ini berfokus untuk "menargetkan yang terburuk dari yang terburuk" dan berbicara berdasarkan fakta di setiap situasi.
Perdebatan ini mencerminkan dinamika politik yang tajam di Washington mengenai definisi keadilan dan bagaimana diskresi kepresidenan dalam memberikan pengampunan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap supremasi hukum. (CNN/Z-2)
Gelombang protes imigrasi meluas di AS. Meski jatuh korban jiwa dan protes masif, hakim federal izinkan operasi imigrasi besar-besaran di Minnesota berlanjut.
Lima orang tewas dalam dua ledakan gas terpisah di Iran. Insiden ini terjadi saat Presiden Trump mengeklaim sedang menjalin negosiasi dengan Teheran.
Iran tetapkan status siaga maksimum dan buka bunker perlindungan di Teheran bagi 2,5 juta warga menyusul ancaman serangan militer terhadap fasilitas nuklir.
Seorang hakim federal AS mengecam keras penahanan Liam Conejo Ramos, 5, dan ayahnya di Texas. Hakim menyebut tindakan tersebut sebagai "nafsu kekuasaan yang kejam".
Gelombang serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Gencatan senjata yang dimediasi AS berada di ambang kolaps.
Update Perang Ukraina Hari 1.437: Rusia-Ukraina jeda serang energi atas saran Trump. Sementara, Rusia klaim kuasai wilayah baru & Zelenskyy tantang Putin ke Kyiv.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved