Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Debat Sengit Sekretaris DHS Kristi Noem dan Jake Tapper Soal Keadilan Hukum di Era Trump

Thalatie K Yani
12/1/2026 06:21
Debat Sengit Sekretaris DHS Kristi Noem dan Jake Tapper Soal Keadilan Hukum di Era Trump
Sekretaris DHS Kristi Noem mengklaim hukum ditegakkan secara adil, meski Jake Tapper mencecar soal pengampunan bagi penyerang polisi di peristiwa 6 Januari.(Media Sosial X)

DISKUSI panas terjadi antara Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi Noem dan pembawa acara CNN, Jake Tapper, dalam program "State of the Union". Perdebatan tersebut menyoroti konsistensi penegakan hukum di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, terutama terkait perbedaan perlakuan antara insiden penembakan di Minneapolis dan kerusuhan Capitol 6 Januari 2021.

Ketegangan bermula saat Tapper memperlihatkan video para perusuh 6 Januari, yang telah mendapatkan pengampunan dari Trump, saat mereka menyerang aparat penegak hukum. Tapper kemudian bertanya apakah Noem merasa penggunaan kekuatan mematikan oleh polisi akan dibenarkan dalam situasi tersebut, merujuk pada pembelaan Noem terhadap agen ICE dalam kasus Minneapolis.

Diskusi Mengenai Otoritas Petugas 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Noem menekankan setiap tindakan bergantung pada kondisi spesifik di lapangan.

“Setiap situasi akan bergantung pada situasi di mana petugas tersebut berada,” ujar Noem. “Namun mereka tahu bahwa ketika orang-orang menyerang mereka, ketika mereka menggunakan senjata melawan mereka, ketika mereka mencelakai mereka secara fisik, mereka memiliki otoritas untuk menangkap individu-individu tersebut, dan memastikan mereka menghadapi konsekuensinya.”

Namun, ketika ditekan mengenai keputusan Presiden Trump yang mengampuni individu-individu yang justru menyerang polisi pada hari itu, Noem bersikeras pemerintahan saat ini tetap fokus pada penegakan hukum yang setara.

“Setiap investigasi ini muncul dalam konteks penuh dari situasi di lapangan,” kata Noem. “Itulah satu hal yang sangat difokuskan oleh Presiden Trump, yaitu memastikan bahwa ketika kita berada di luar sana, kita tidak memilih-milih situasi mana dan hukum mana yang ditegakkan dan mana yang tidak. Setiap hukum sedang ditegakkan di bawah pemerintahan Trump.”

Sanggahan Tajam Jake Tapper 

Pernyataan Noem langsung mendapat sanggahan keras dari Jake Tapper. Tapper menilai klaim Noem tidak sesuai dengan fakta pengampunan yang diberikan oleh presiden.

“Saya menunjukkan kepada Anda video orang-orang menyerang petugas penegak hukum. Bukti yang tidak terbantahkan, fakta yang tidak terbantahkan, dan saya baru saja mengatakan, ‘Presiden Trump mengampuni mereka semua,’ dan Anda mengatakan bahwa Presiden Trump menegakkan semua hukum secara setara. Itu tidak benar,” cecar Tapper.

Noem tetap pada posisinya dengan menyatakan setiap investigasi harus dilakukan dengan benar sesuai konteks di lapangan. Ia menambahkan departemennya saat ini berfokus untuk "menargetkan yang terburuk dari yang terburuk" dan berbicara berdasarkan fakta di setiap situasi.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika politik yang tajam di Washington mengenai definisi keadilan dan bagaimana diskresi kepresidenan dalam memberikan pengampunan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap supremasi hukum. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya