Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Sekretaris DHS Kristi Noem Bela Penembakan di Minneapolis: Itu Adalah Tindakan Terorisme Domestik

Thalatie K Yani
08/1/2026 07:29
Sekretaris DHS Kristi Noem Bela Penembakan di Minneapolis: Itu Adalah Tindakan Terorisme Domestik
Sekretaris DHS Kristi Noem membela agen ICE yang menembak mati seorang perempuan di Minneapolis. Ia menyebut korban mencoba membunuh petugas dengan kendaraan.(Media Sosial X)

SEKRETARIS Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Kristi Noem, memberikan pembelaan keras terhadap agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) yang menembak mati seorang perempuan di Minneapolis. Dalam konferensi pers di Minnesota, Noem menyebut insiden tersebut sebagai upaya pembunuhan terhadap petugas dan mengategorikannya sebagai tindakan "terorisme domestik."

Noem menjelaskan insiden bermula sekitar pukul 10:25 waktu setempat saat petugas ICE sedang melakukan operasi. Salah satu kendaraan petugas terjebak di dalam salju. Saat petugas mencoba mendorongnya, mereka dikepung oleh kelompok yang disebut Noem sebagai "massa penghasut."

Kronologi Versi Pemerintah Federal

Menurut Noem, korban menggunakan kendaraannya untuk menghalangi pekerjaan petugas. Setelah menolak perintah untuk keluar dari mobil, perempuan tersebut dituduh mencoba menabrak petugas.

"Ini tampak sebagai upaya untuk membunuh atau menyebabkan luka fisik pada agen, sebuah tindakan terorisme domestik," ujar Noem. Ia menambahkan agen tersebut merespons dengan melepaskan "tembakan pertahanan diri."

Noem menegaskan penggunaan kekuatan mematikan adalah sah secara hukum jika nyawa terancam oleh senjata. Dalam konteks ini, kendaraan yang dikemudikan korban dianggap sebagai senjata mematikan.

"Saya percaya bahwa petugas ini menggunakan pelatihannya dalam situasi ini dan akan membiarkan FBI melanjutkan penyelidikan untuk menyelesaikannya," tambahnya.

Perselisihan dengan Gubernur Tim Walz

Selain menjelaskan kronologi, Noem secara terbuka membantah pernyataan Gubernur Minnesota, Tim Walz, yang mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya mengenai operasi ICE di wilayahnya. "Itu sama sekali tidak benar," tegas Noem menanggapi klaim Walz.

Noem menyatakan bersedia melakukan koordinasi, namun ia menuding pemerintahan Walz sengaja membatasi akses informasi terkait kriminal kepada DHS. Ia bahkan menuduh Walz menyembunyikan "individu dan kriminal" di yurisdiksinya yang menolak untuk diserahkan kepada otoritas federal.

Tragedi yang "Bisa Dicegah"

Meskipun membela tindakan agennya, Noem mengakui hilangnya nyawa dalam insiden ini adalah sebuah tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi.

"Setiap kehilangan nyawa adalah sebuah tragedi dan saya rasa kita semua setuju bahwa, dalam situasi ini, hal itu bisa dicegah," ungkap Noem.

Pernyataan Noem ini memicu ketegangan lebih lanjut dengan pejabat negara bagian dan lokal yang sebelumnya telah menyanggah klaim bahwa penembakan tersebut dilakukan murni sebagai bentuk bela diri. Saat ini, investigasi yang dipimpin oleh FBI masih terus berjalan untuk menentukan fakta akhir dari peristiwa berdarah tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya