Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Demonstran Geruduk Pengadilan Usai Penembakan, Politisi Demokrat Kecam Trump

Thalatie K Yani
08/1/2026 06:11
Demonstran Geruduk Pengadilan Usai Penembakan, Politisi Demokrat Kecam Trump
Demonstran geruduk pengadilan Minneapolis usai penembakan wanita oleh agen ICE. Politisi Demokrat tuntut investigasi dan sebut insiden ini sebagai skandal politik.(NewsMax)

GELOMBANG kemarahan menyapu kota Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) yang menewaskan seorang perempuan. Para demonstran berkumpul di depan gedung pengadilan setempat, menuntut keadilan sekaligus mendesak agar unit penegakan hukum imigrasi federal tersebut segera meninggalkan kota mereka.

Berdasarkan rekaman video di lokasi, massa terlihat menggedor pintu kaca pintu masuk pengadilan sambil meneriakkan yel-yel, “ICE keluar sekarang!”. Ketegangan sempat meningkat ketika salah satu jendela gedung terlihat retak dan rusak. Beberapa demonstran juga menyampaikan pidato yang mengutuk keberadaan dan perilaku ICE di Minneapolis.

Kecaman dari Legislator Demokrat

Insiden ini memicu reaksi keras dari para politisi Demokrat di Minnesota. Anggota DPR AS, Angie Craig, menuding pemerintahan Trump sengaja menggunakan isu imigrasi demi kepentingan politik praktis.

"Tindakan Presiden Donald Trump tidak pernah tentang menjaga keamanan masyarakat," ujar Craig dalam pernyataannya. "Sebaliknya, tindakan tersebut selalu tentang mempersenjatai sistem imigrasi kita dan menggunakan komunitas imigran sebagai pion politik. Hari ini, aksi politik Presiden telah menyebabkan seorang wanita terbunuh."

Senada dengan Craig, Senator Amy Klobuchar menyebut penembakan maut ini sebagai dampak dari pengiriman agen federal ke jalanan tanpa restu dari penegak hukum lokal. Ia pun meragukan pernyataan resmi Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang dianggap bertolak belakang dengan bukti video di lapangan.

Tuntutan Investigasi Kriminal

Di tingkat nasional, para pemimpin Demokrat di DPR dan Senat AS turut mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh. Pemimpin Minoritas DPR, Hakeem Jeffries, bahkan melontarkan kritik pedas kepada Sekretaris DHS, Kristi Noem, yang sebelumnya mengeklaim korban mencoba menabrak petugas dengan kendaraan.

“Tidak ada yang menunjukkan bahwa penembakan terhadap seorang wanita tak bersenjata di Minneapolis dapat dibenarkan,” tegas Jeffries. “Pembunuhan keji ini harus diselidiki secara kriminal hingga tuntas sesuai hukum yang berlaku.”

Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan keberadaan agen ICE di kota-kota besar tanpa kerja sama dengan pihak berwenang setempat hanya akan mengundang tragedi.

"Kita butuh investigasi yang cepat dan penuh untuk menuntaskan masalah ini. Namun, ketika Anda menempatkan agen-agen ICE ini di jalanan kota-kota kita tanpa kerja sama dengan penegak hukum lokal, tragedi akan terjadi," pungkas Schumer kepada wartawan.

Hingga saat ini, suasana di Minneapolis dilaporkan masih tegang seiring dengan desakan publik yang menuntut transparansi penuh atas bukti-bukti rekaman di lokasi kejadian. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya