Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INSIDEN penembakan fatal yang menewaskan seorang perawat veteran (VA), Alex Jeffrey Pretti, di tangan agen federal di Minneapolis, memicu perang komentar sengit antarpejabat tinggi Amerika Serikat. Kasus ini kini tengah dalam proses penyelidikan federal di tengah polarisasi tajam antara otoritas pusat dan daerah.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengonfirmasi kepada mitra media BBC, CBS, investigasi federal sedang berlangsung. Namun, ia justru melontarkan kritik tajam kepada pejabat negara bagian Minnesota dan pemerintah kota Minneapolis yang dianggap memicu eskalasi situasi.
Menurut Blanche, insiden mematikan tersebut sebenarnya bisa dihindari jika pejabat setempat kooperatif terhadap operasi federal.
"Petugas federal ditugaskan dengan pekerjaan sulit untuk menyingkirkan imigran gelap kriminal dari komunitas Amerika. Politisi negara bagian dan lokal, serta polisi, seharusnya membantu, bukan menghalangi upaya ini," tegas Blanche dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan Departemen Kehakiman AS akan terus menuntut pertanggungjawaban bagi siapa pun yang melanggar hukum federal, termasuk mereka yang melakukan pelecehan atau serangan kekerasan terhadap penegak hukum dengan dalih protes.
Di sisi lain, Pemimpin Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, bereaksi keras dengan menyebut Presiden Trump dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah "benar-benar tidak terkendali."
"Hari ini, preman tanpa hukum dan bermasker yang menyamar sebagai petugas penegak hukum secara brutal membunuh warga negara Amerika lainnya di jalanan Minneapolis tanpa pembenaran. Pembunuhan berdarah dingin terhadap perawat VA Alex Jeffrey Pretti adalah tragedi mengerikan yang bisa dicegah," ujar Jeffries.
Jeffries mendesak adanya penyelidikan independen yang menyeluruh tanpa campur tangan dari DHS. Ia menuding dana pembayar pajak telah disalahgunakan oleh DHS untuk menganiaya warga negara dan imigran yang taat hukum dengan impunitas.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara terbuka menyatakan dukungannya bagi agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) melalui media sosial. Ia membela para agen di tengah kecaman publik yang meluas.
"Terima kasih Tuhan untuk para patriot [ICE] - kami mendukung kalian 100%. Kalian sedang MENYELAMATKAN negara. Memalukan bagi kepemimpinan Minnesota - dan orang-orang gila di jalanan," tulis Hegseth, yang menutup pernyataannya dengan simbol "ICE > MN".
Ketegangan ini menunjukkan keretakan mendalam dalam tata kelola keamanan nasional AS, di mana operasi penegakan hukum imigrasi kini menjadi medan tempur politik antara Washington dan otoritas lokal di Minnesota. (BBC/Z-2)
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Panggung Grammy Awards 2026 berubah jadi ajang protes. Kehlani, Justin Vernon, hingga Shaboozey suarakan penolakan terhadap ICE usai insiden penembakan Alex Pretti.
Laporan terbaru DHS ungkap detail penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Trump persoalkan senjata korban, sementara pejabat AS sebut teroris domestik.
Presiden Trump umumkan deeskalasi di Minneapolis pasca penembakan fatal warga sipil oleh agen federal.
Presiden Trump gelar pertemuan darurat di Oval Office pasca penembakan Alex Pretti oleh agen federal.
Penarikan sebagian agen ICE dilakukan menyusul penembakan Alex Pretti, 37, seorang perawat di Minneapolis, Minnesota, hingga oleh agen federal pada Sabtu lalu.
Todd Blanche menyatakan penyelidikan kasus Jeffrey Epstein-Ghislaine Maxwell telah berakhir. Namun, politisi Demokrat menuduh Departemen Kehakiman masih menyembunyikan dokumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved