Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Narasi Gedung Putih Bertolak Belakang dengan Bukti Video Kematian Alex Pretti

Thalatie K Yani
26/1/2026 07:52
Narasi Gedung Putih Bertolak Belakang dengan Bukti Video Kematian Alex Pretti
Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem(Instagram)

KASUS penembakan Alex Pretti oleh agen perbatasan (Border Patrol) di Minneapolis pada Sabtu lalu memicu gelombang kontroversi nasional. Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan sederet klaim keras yang kini dipertanyakan karena dianggap tidak didukung bukti, bahkan bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar.

Alex Pretti, seorang perawat di fasilitas urusan veteran (VA), tewas di lokasi kejadian. Menyikapi tuduhan serius dari pemerintah, orang tua Pretti merilis pernyataan emosional pada Minggu. "Kebohongan memuakkan yang diceritakan oleh pemerintah tentang putra kami adalah hal yang tercela dan menjijikkan," tegas mereka.

Klaim "Serangan" yang Dipertanyakan

Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, dan Direktur FBI, Kash Patel, bersikeras Pretti "menyerang" petugas. Namun, hingga Minggu sore, tidak ada rekaman video yang menunjukkan Pretti melakukan penyerangan fisik yang agresif.

Rekaman video justru memperlihatkan Pretti sedang mengatur lalu lintas di lokasi operasi imigrasi dan berteriak kepada agen agar tidak mendorong pejalan kaki ke arah jalan raya. Pretti terlihat mencoba mengintervensi saat seorang agen mendorong seorang wanita ke tanah. Meski terjadi kontak fisik singkat saat Pretti mencoba menengahi, agen tersebut segera membalasnya dengan semprotan kimia dan menyeretnya ke tanah sebelum penembakan terjadi.

Fakta Mengenai Senjata Api

Klaim kedua yang menjadi sorotan adalah pernyataan Kristi Noem bahwa Pretti "mengacungkan" (brandishing) senjata. Video di tempat kejadian membantah hal ini; Pretti terlihat hanya memegang ponsel di satu tangan, sementara tangan lainnya kosong.

Rekaman tersebut justru menunjukkan senjata yang dibawa Pretti berada dalam posisi tersembunyi di pinggang dan baru diambil agen federal sesaat sebelum ia ditembak. Kepala Polisi Minneapolis, Brian O'Hara, mengonfirmasi hal ini dalam wawancara dengan CBS. "Saya tidak melihat bukti yang menunjukkan senjata tersebut diacungkan," ujarnya.

Tudingan "Pembunuh" dan Hak Konstitusi

Narasi pemerintah sempat memanas ketika Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menyebut Pretti sebagai "pembunuh" yang mencoba membantai agen federal. Klaim yang juga dibagikan ulang Wakil Presiden JD Vance. Namun, hingga kini, pemerintah belum menyajikan bukti dokumen atau intelijen yang mendukung tuduhan rencana pembunuhan massal tersebut.

Di sisi lain, perdebatan merembet ke ranah hukum kepemilikan senjata. Kash Patel menyiratkan Pretti melanggar hukum karena membawa senjata ke lokasi protes. Namun, otoritas hukum setempat dan organisasi hak senjata Minnesota Gun Owners Caucus membantah hal tersebut. Di bawah hukum Minnesota, pemegang izin resmi diperbolehkan membawa senjata api di ruang publik, termasuk saat berpartisipasi dalam aksi protes damai.

Seiring dengan penyelidikan yang masih berjalan, beberapa pejabat administrasi mulai melunakkan retorika mereka dalam wawancara hari Minggu, beralih dari kata "menyerang" menjadi "menyentuh aparat". Publik kini menanti transparansi penuh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada detik-detik terakhir kehidupan sang perawat tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya