Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penembakan Alex Pretti oleh agen perbatasan (Border Patrol) di Minneapolis pada Sabtu lalu memicu gelombang kontroversi nasional. Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan sederet klaim keras yang kini dipertanyakan karena dianggap tidak didukung bukti, bahkan bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar.
Alex Pretti, seorang perawat di fasilitas urusan veteran (VA), tewas di lokasi kejadian. Menyikapi tuduhan serius dari pemerintah, orang tua Pretti merilis pernyataan emosional pada Minggu. "Kebohongan memuakkan yang diceritakan oleh pemerintah tentang putra kami adalah hal yang tercela dan menjijikkan," tegas mereka.
Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, dan Direktur FBI, Kash Patel, bersikeras Pretti "menyerang" petugas. Namun, hingga Minggu sore, tidak ada rekaman video yang menunjukkan Pretti melakukan penyerangan fisik yang agresif.
Rekaman video justru memperlihatkan Pretti sedang mengatur lalu lintas di lokasi operasi imigrasi dan berteriak kepada agen agar tidak mendorong pejalan kaki ke arah jalan raya. Pretti terlihat mencoba mengintervensi saat seorang agen mendorong seorang wanita ke tanah. Meski terjadi kontak fisik singkat saat Pretti mencoba menengahi, agen tersebut segera membalasnya dengan semprotan kimia dan menyeretnya ke tanah sebelum penembakan terjadi.
Klaim kedua yang menjadi sorotan adalah pernyataan Kristi Noem bahwa Pretti "mengacungkan" (brandishing) senjata. Video di tempat kejadian membantah hal ini; Pretti terlihat hanya memegang ponsel di satu tangan, sementara tangan lainnya kosong.
Rekaman tersebut justru menunjukkan senjata yang dibawa Pretti berada dalam posisi tersembunyi di pinggang dan baru diambil agen federal sesaat sebelum ia ditembak. Kepala Polisi Minneapolis, Brian O'Hara, mengonfirmasi hal ini dalam wawancara dengan CBS. "Saya tidak melihat bukti yang menunjukkan senjata tersebut diacungkan," ujarnya.
Narasi pemerintah sempat memanas ketika Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menyebut Pretti sebagai "pembunuh" yang mencoba membantai agen federal. Klaim yang juga dibagikan ulang Wakil Presiden JD Vance. Namun, hingga kini, pemerintah belum menyajikan bukti dokumen atau intelijen yang mendukung tuduhan rencana pembunuhan massal tersebut.
Di sisi lain, perdebatan merembet ke ranah hukum kepemilikan senjata. Kash Patel menyiratkan Pretti melanggar hukum karena membawa senjata ke lokasi protes. Namun, otoritas hukum setempat dan organisasi hak senjata Minnesota Gun Owners Caucus membantah hal tersebut. Di bawah hukum Minnesota, pemegang izin resmi diperbolehkan membawa senjata api di ruang publik, termasuk saat berpartisipasi dalam aksi protes damai.
Seiring dengan penyelidikan yang masih berjalan, beberapa pejabat administrasi mulai melunakkan retorika mereka dalam wawancara hari Minggu, beralih dari kata "menyerang" menjadi "menyentuh aparat". Publik kini menanti transparansi penuh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada detik-detik terakhir kehidupan sang perawat tersebut. (CNN/Z-2)
Dua agen imigrasi AS (ICE) terancam pidana setelah ketahuan memberikan kesaksian palsu dalam kasus penembakan migran di Minneapolis.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Presiden Donald Trump resmi mengakhiri shutdown parsial pemerintah AS setelah menandatangani RUU anggaran terbaru.
Sekretaris DHS Kristi Noem resmi mewajibkan penggunaan body camera bagi petugas di Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal Alex Pretti.
Gelombang protes imigrasi meluas di AS. Meski jatuh korban jiwa dan protes masif, hakim federal izinkan operasi imigrasi besar-besaran di Minnesota berlanjut.
Tom Homan resmi pimpin operasi imigrasi di Minneapolis pasca penembakan warga sipil. Simak profil "Border Tsar" dan masa depan kebijakan deportasi AS.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved