Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

NRA Desak Penyelidikan Menyeluruh Atas Penembakan Alex Pretti oleh Agen Federal 

Thalatie K Yani
26/1/2026 07:00
NRA Desak Penyelidikan Menyeluruh Atas Penembakan Alex Pretti oleh Agen Federal 
Demonstrasi Minnesota(Minnesota Reformer)

KELOMPOK lobi senjata terbesar di Amerika Serikat, National Rifle Association (NRA), secara resmi mendesak pemerintahan Trump untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas tewasnya Alex Pretti di Minnesota. Pretti, seorang perawat terdaftar di rumah sakit urusan veteran, tewas setelah ditembak agen perbatasan di Minneapolis, Sabtu (24/1).

Kasus ini memicu ketegangan hebat setelah pejabat negara bagian dan pemerintah federal memberikan laporan yang bertolak belakang. Pihak pemerintahan Trump mengklaim Pretti membawa senjata dan membahayakan petugas, namun sejauh ini tidak ada rekaman video yang menunjukkan Pretti sedang memegang senjata saat kejadian.

Kecaman Terhadap Pernyataan Jaksa Federal

NRA memberikan reaksi keras terhadap komentar asisten jaksa federal, Bill Essayli, yang menyiratkan bahwa orang yang membawa senjata berisiko ditembak secara sah oleh petugas. NRA melabeli pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang "berbahaya dan salah."

"Suara publik yang bertanggung jawab seharusnya menunggu penyelidikan penuh, bukan membuat generalisasi dan memojokkan warga negara yang taat hukum," tegas NRA dalam pernyataan resminya.

NRA menambahkan bahwa investigasi yang kuat dan komprehensif harus dilakukan untuk menentukan apakah penggunaan kekuatan tersebut dibenarkan. Mereka juga mendesak para aktor politik untuk meredakan suasana guna memastikan keamanan konstituen dan petugas penegak hukum.

Hak Konstitusi dan Protes Keras

Kecaman tidak hanya datang dari NRA. Kelompok Gun Owners of America menyatakan Amandemen Kedua melindungi hak warga Amerika untuk membawa senjata saat melakukan protes. Sementara itu, politisi Republik Thomas Massie menegaskan membawa senjata bukanlah "hukuman mati", melainkan hak yang dilindungi konstitusi.

Bill Essayli telah mencoba memberikan klarifikasi melalui media sosial X dengan menyebut komentarnya telah disalahpahami. Ia berdalih pernyataannya ditujukan kepada para "agitator" yang mendekati aparat dengan senjata dan menolak melepaskannya.

Kontradiksi Fakta dan Ketegangan di Minneapolis

Insiden ini merupakan penembakan fatal kedua bulan ini di Minneapolis yang melibatkan agen federal dalam operasi penumpasan imigrasi ilegal oleh badan ICE.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, dengan tegas menyebut versi kejadian dari pemerintahan Trump sebagai "omong kosong" dan "kebohongan." Sejalan dengan itu, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menuding pihak ICE mencoba memutarbalikkan fakta sebagai tindakan pembelaan diri.

Di sisi lain, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, bersikeras agen bertindak sesuai pelatihan untuk membela nyawa petugas dan publik.

"Mereka merespons sesuai pelatihan mereka. Saya tidak tahu ada pengunjuk rasa damai yang datang membawa senjata dan amunisi, alih-alih papan poster," ujar Noem.

Hingga kini, publik masih menanti bukti konkrit terkait klaim senjata tersebut, mengingat rekaman video dari saksi mata di lokasi belum menunjukkan adanya ancaman senjata dari pihak korban sebelum penembakan terjadi. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya