Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMOKRAT di Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat merilis serangkaian email pribadi mendiang Jeffrey Epstein, Rabu (12/11) waktu setempat. Dalam email tersebut, Epstein beberapa kali menyebut nama Presiden Donald Trump dalam korespondensi pribadi dengan Ghislaine Maxwell dan penulis Michael Wolff.
Email itu diperoleh setelah komite memanggil (subpoena) pihak pengelola harta peninggalan Epstein awal tahun ini. Namun, Trump tidak pernah menerima atau mengirim pesan-pesan tersebut, dan tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum terkait Epstein maupun Maxwell.
Dalam salah satu email tertanggal 2 April 2011 yang juga telah diverifikasi CNN, Epstein menulis kepada Maxwell:
“Aku ingin kau sadar bahwa anjing yang belum menggonggong itu adalah Trump... (REDACTED) menghabiskan waktu berjam-jam di rumahku bersamanya, dan dia tidak pernah disebut sekalipun.”
Maxwell menjawab singkat:
“Aku juga sudah memikirkannya…”
Anggota Partai Republik di komite menyebut perempuan yang dimaksud adalah Virginia Giuffre, salah satu penyintas kasus Epstein yang meninggal pada April lalu. Namun, Giuffre tidak pernah menuduh Trump melakukan kesalahan. Dalam bukunya Nobody’s Girl, Giuffre menulis Trump bersikap ramah saat mereka bertemu di resor Mar-a-Lago, tempat ia bekerja tahun 2000.
Maxwell, yang kini menjalani hukuman atas kasus perdagangan seks, juga membantah pernah melihat Trump berperilaku tidak pantas. “Presiden tidak pernah bersikap tidak pantas terhadap siapa pun. Dalam setiap kesempatan saya bersamanya, dia selalu bertingkah sebagai seorang gentleman,” ujarnya dalam wawancara dengan Deputi Jaksa Agung Todd Blanche.
Email lain yang dirilis menunjukkan Epstein menulis kepada Wolff pada Januari 2019, sekitar tujuh bulan sebelum Epstein meninggal di penjara. Email itu membahas klaim Trump bahwa ia melarang Epstein masuk klub Mar-a-Lago.
“Trump bilang dia memintaku mengundurkan diri, padahal aku tak pernah jadi anggota. Tentu saja dia tahu soal gadis-gadis itu, karena dia meminta Ghislaine menghentikannya,” tulis Epstein.
Pihak Gedung Putih menegaskan Trump memang melarang Epstein masuk klub karena dianggap “berperilaku menjijikkan”.
Menanggapi rilis email tersebut, juru bicara Trump, Karoline Leavitt, menyebutnya “hoaks” yang sengaja dibuat untuk mendiskreditkan mantan presiden.
“Email-email itu tidak membuktikan apa pun selain bahwa Presiden Trump tidak melakukan kesalahan,” ujarnya.
Trump juga menulis di platform Truth Social, menuduh Partai Demokrat “menghidupkan lagi hoaks Jeffrey Epstein” untuk mengalihkan perhatian publik dari isu pemerintahan.
Rilis dokumen ini kembali memicu perdebatan di Washington tentang sejauh mana pemerintah AS akan membuka arsip terkait Epstein. Epsteinn tewas bunuh diri di penjara tahun 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks.
Selain email yang melibatkan Maxwell dan Wolff, komite juga merilis lebih dari 20.000 halaman tambahan dari arsip Epstein, termasuk pesan di mana Epstein mengkritik Trump setelah ia menjabat sebagai presiden. Dalam salah satu email Januari 2017 kepada reporter New York Times, Epstein menulis:
“Donald benar-benar gila.” (CNN/Z-2)
Tiga kardinal AS mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan kebijakan luar negeri bermoral dan menolak perang sebagai instrumen kepentingan nasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Donald Trump mengaku menerima 'informasi buruk' terkait pengerahan pasukan Eropa ke Greenland.
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi antara Ghislaine Maxwell dan sosok berinisial "A" yang diduga Andrew Mountbatten-Windsor.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen baru yang menunjukkan riwayat penerbangan Donald Trump di pesawat pribadi Jeffrey Epstein antara tahun 1993-1996.
Dokumen baru mengungkap cara Ghislaine Maxwell menggunakan peran "kakak perempuan yang keren" untuk menormalisasi pelecehan seksual Jeffrey Epstein terhadap remaja.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) sempat menghapus foto yang menampilkan Donald Trump dari database dokumen Jeffrey Epstein sebelum akhirnya dipulihkan.
Heboh hilangnya foto Donald Trump dari perpustakaan dokumen Jeffrey Epstein milik Departemen Kehakiman AS. Sementara itu, foto Bill Clinton di Maroko ikut terungkap.
Pihak Bill Clinton beraksi keras setelah Gedung Putih merilis foto lama sang mantan presiden bersama Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Tudingan "kambing hitam" mencuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved