Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

DPR AS Setuju Cabut Tarif Donald Trump Terhadap Produk Kanada

Thalatie K Yani
12/2/2026 08:27
DPR AS Setuju Cabut Tarif Donald Trump Terhadap Produk Kanada
DPR AS melakukan pemungutan suara untuk mencabut tarif impor produk Kanada yang diterapkan Donald Trump. (Unsplash)

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat telah melakukan pemungutan suara untuk membatalkan kebijakan tarif yang diterapkan Presiden Donald Trump terhadap barang-barang asal Kanada. Keputusan ini diambil melalui perolehan suara tipis 219 berbanding 211.

Kemenangan kubu penentang tarif ini terwujud setelah enam anggota parlemen dari Partai Republik membelot dan bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung resolusi tersebut. Kebijakan tarif ini sebelumnya diberlakukan oleh Trump pada tahun lalu sebagai bagian dari strategi perdagangannya.

Ancaman Konsekuensi dari Trump

Meski berhasil lolos di tingkat DPR, langkah ini dinilai sebagian besar bersifat simbolis. Agar resmi menjadi hukum, resolusi ini masih harus disetujui Senat AS dan ditandatangani oleh Trump. Hal yang hampir mustahil dilakukan mengingat sang Presiden adalah penggagas utama kebijakan tersebut.

Saat pemungutan suara berlangsung, Donald Trump melalui akun Truth Social miliknya memberikan peringatan keras kepada rekan-rekan separtainya di Kongres.

"Setiap anggota Partai Republik, baik di DPR maupun Senat, yang memberikan suara menentang TARIF akan menderita konsekuensi serius saat masa Pemilihan tiba," tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut merupakan pilar keamanan ekonomi nasional. "TARIF telah memberikan kita Keamanan Ekonomi dan Nasional, dan tidak ada anggota Republik yang boleh bertanggung jawab atas penghancuran hak istimewa ini," tegasnya.

Dinamika di Parlemen

Lolosnya resolusi ini juga menandai kegagalan Ketua DPR Mike Johnson, sekutu dekat Trump, yang sebelumnya berupaya memblokir diskusi mengenai pembatalan tarif di tingkat sidang paripurna.

Dengan mayoritas tipis yang dipegang Partai Republik di DPR, pembelotan enam anggotanya terbukti cukup untuk mengubah arah hasil suara ketika Partai Demokrat tetap solid dalam satu suara.

Ketegangan perdagangan antara kedua negara tetangga ini meningkat sejak terpilihnya kembali Donald Trump. Baru-baru ini, Trump bahkan mengancam akan memberlakukan pajak impor sebesar 100% sebagai respons terhadap rencana perjanjian dagang Kanada dengan Tiongkok.

Meskipun resolusi ini kemungkinan besar akan terhenti di meja kepresidenan, hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan adanya keretakan di internal Partai Republik terkait kebijakan perdagangan luar negeri yang agresif. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya