Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA internasional dikejutkan oleh tragedi penembakan massal di sebuah sekolah menengah di Tumbler Ridge, sebuah kota terpencil di kaki pegunungan Rocky, British Columbia, Kanada. Insiden yang terjadi pada Selasa waktu setempat ini menewaskan sembilan orang dan tercatat sebagai salah satu peristiwa paling berdarah dalam sejarah modern Kanada.
Wakil Komisaris Polisi Kerajaan Kanada (RCMP), Dwayne McDonald, mengonfirmasi korban tewas terdiri dari seorang guru dan lima siswa berusia antara 12 hingga 13 tahun. Tak berhenti di sekolah, polisi juga menemukan jenazah ibu dan saudara tiri pelaku di rumah keluarga mereka.
Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Jesse Van Rootselaar, seorang perempuan berusia 18 tahun. McDonald menjelaskan Jesse terlahir sebagai laki-laki secara biologis, namun sekitar enam tahun lalu mulai bertransisi dan mengidentifikasi diri sebagai perempuan, baik secara sosial maupun publik.
Tersangka diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Selama beberapa tahun terakhir, polisi telah beberapa kali mendatangi kediamannya terkait panggilan kesehatan mental yang melibatkan senjata. Meski senjata sempat disita, pemilik sah senjata tersebut berhasil memohon agar senjata dikembalikan sebelum tragedi ini terjadi.
Jesse tiba di sekolah pada Selasa siang dengan membawa senjata laras panjang dan pistol yang telah dimodifikasi. Ia melepaskan tembakan di area tangga dan ruang kelas sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri dengan luka tembak. Polisi tiba di lokasi hanya dalam waktu dua menit setelah laporan masuk.
Selain sembilan korban tewas, dua orang lainnya masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, sementara sekitar 25 orang lainnya mengalami luka-luka. Wali Kota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka, menggambarkan kota berpenduduk 2.500 jiwa itu sedang dalam duka yang mendalam. "Saya hancur. Saya kemungkinan besar mengenal setiap korban," ujarnya.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pidato emosional di parlemen setelah mengheningkan cipta selama satu menit. Ia memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintah selama tujuh hari.
"Apa yang terjadi telah membuat bangsa kita terkejut dan kita semua berduka," ujar Carney. "Anak-anak dan guru-guru ini menjadi saksi kekejaman yang tak pernah terdengar sebelumnya. Saya ingin semua orang tahu ini: seluruh negeri berdiri bersama kalian."
Senada dengan PM, Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyebut insiden ini sebagai tragedi yang tak terbayangkan. Sebagai seorang ayah, ia mengajak seluruh warga untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga korban.
Tumbler Ridge Secondary School kini ditutup untuk sisa minggu ini, sementara layanan konseling disediakan bagi para siswa dan staf yang terdampak. Meski kepemilikan senjata di Kanada cukup tinggi, hukum yang ketat membuat insiden penembakan massal seperti ini sangat jarang terjadi di sana dibandingkan dengan negara tetangganya, Amerika Serikat. (The Guardian/Z-2)
Tragedi berdarah terjadi di Tumbler Ridge, Kanada. Sembilan orang tewas dalam penembakan di sekolah dan sebuah rumah. Pelaku diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved