Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Trump Serang Kanada di Davos: Kalian Hidup Karena Amerika Serikat, Ingat Itu!

Thalatie K Yani
22/1/2026 06:06
Trump Serang Kanada di Davos: Kalian Hidup Karena Amerika Serikat, Ingat Itu!
Donald Trump menyerang PM Kanada Mark Carney di Davos, menyebut Kanada hidup dari "pemberian" AS. (youtube)

KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Kanada pecah di panggung World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Presiden AS Donald Trump melontarkan serangan verbal tajam kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dengan menyebut negara tetangganya tersebut tidak tahu berterima kasih atas perlindungan dan bantuan yang diberikan AS.

Serangan ini dipicu pidato Carney sehari sebelumnya yang memperingatkan dunia tentang adanya "pecahnya" geopolitik global dan kritik tersirat terhadap kebijakan luar negeri AS.

“Kanada mendapatkan banyak pemberian gratis dari kami. Mereka seharusnya bersyukur, tapi mereka tidak. Saya melihat Perdana Menteri Anda kemarin. Dia tidak begitu bersyukur,” ujar Trump di hadapan peserta forum. “Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, saat Anda membuat pernyataan berikutnya.”

Ancaman di Balik "Kubah Emas"

Dalam pidato yang bernada kesal tersebut, Trump kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland. Ia berencana membangun sistem pertahanan rudal "Golden Dome" (Kubah Emas) di sana, sebuah proyek yang sebenarnya ingin diikuti oleh Kanada demi keamanan wilayahnya.

“Golden Dome itu akan membela Kanada,” cetus Trump, sembari menekankan bahwa posisi tawar Kanada sepenuhnya bergantung pada teknologi pertahanan Amerika.

Kantor Perdana Menteri Kanada menyatakan tidak berencana mengomentari pernyataan Trump secara langsung dan menegaskan tidak ada agenda pertemuan antara kedua pemimpin tersebut selama di Davos.

Respon Menohok Mark Carney

Sebelumnya, PM Mark Carney meratapi terkikisnya lembaga-lembaga internasional dan menyerukan kekuatan global baru untuk melawan bangkitnya kekuatan hegemon yang menjungkirbalikkan norma dunia.

“Kekuatan menengah harus bertindak bersama karena jika Anda tidak berada di meja (perundingan), Anda akan ada dalam menu. Kekuatan besar mampu berjalan sendiri. Mereka memiliki ukuran pasar, kapasitas militer, dan pengaruh untuk mendikte persyaratan,” kata Carney. “Kekuatan menengah tidak memilikinya.”

Tanpa menyebut nama Trump, Carney menegaskan bahwa tatanan lama aliansi tidak akan kembali. "Kita tidak perlu meratapinya. Nostalgia bukanlah sebuah strategi," tegasnya.

Kanada Mulai Cari Alternatif

Sikap Trump yang semakin proteksionis, termasuk menyebut perjanjian perdagangan USMCA "tidak relevan", memaksa Kanada untuk mulai mengurangi ketergantungan ekonominya pada AS.

Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu, menyatakan meski AS tetap penting secara geografis, Kanada kini melirik peluang di tempat lain. "Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kedua kami. India akan menjadi ekonomi terbesar ketiga. Kami mencari peluang di seluruh dunia," ungkap Sidhu.

Sementara itu, Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, menyebut serangan Trump sebagai tindakan yang "mengecewakan" namun "khas". Ford secara khusus menyoroti unggahan media sosial Trump yang menampilkan gambar bendera AS menutupi peta Kanada, Greenland, dan Venezuela.

“Melihat dia melakukan serangan penuh adalah hal yang mengecewakan. Menempatkan bendera Amerika di atas Kanada dan Greenland adalah hal yang tidak bisa diterima,” pungkas Ford. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya