Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

PM Kanada Mark Carney di Davos: Tatanan Dunia Runtuh, Kekuatan Menengah Terancam!

Thalatie K Yani
21/1/2026 06:59
PM Kanada Mark Carney di Davos: Tatanan Dunia Runtuh, Kekuatan Menengah Terancam!
PM Kanada Mark Carney memperingatkan runtuhnya tatanan internasional di Forum Ekonomi Dunia (WEF). Ia menyerukan persatuan negara menengah di tengah ambisi ekspansi AS.(WEF)

PERDANA Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pidato keras di hadapan elit politik dan finansial dunia dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (20/1). Carney memperingatkan sistem tata kelola global yang dipimpin Amerika Serikat tengah mengalami "keretakan" serius, ditandai dengan persaingan kekuatan besar dan memudarnya tatanan berbasis aturan.

Pidato ini disampaikan hanya sehari sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di tempat yang sama. Sejak memasuki dunia politik Kanada tahun lalu, Carney konsisten memperingatkan dunia tidak akan kembali ke kondisi normal seperti sebelum era Trump.

"Kita sedang berada di tengah-tengah sebuah keretakan, bukan transisi," tegas Carney dalam analisisnya mengenai dampak kebijakan luar negeri AS saat ini.

Berakhirnya Hegemoni dan Realitas Baru

Carney mengakui selama ini Kanada diuntungkan tatanan internasional lama dan hegemoni Amerika yang menyediakan barang publik, seperti jalur laut yang terbuka, sistem keuangan yang stabil, keamanan kolektif, dan kerangka penyelesaian sengketa. Namun, ia menegaskan bahwa realitas baru kini telah menetap.

"Sebut saja apa adanya, sebuah sistem persaingan kekuatan besar yang kian intens di mana pihak yang paling kuat mengejar kepentingan mereka dengan menggunakan integrasi ekonomi sebagai alat pemaksaan," ujarnya.

Dalam peringatan kerasnya terhadap upaya mengalah atau melakukan appeasement kepada kekuatan besar, Carney menekankan bahwa negara-negara seperti Kanada tidak bisa lagi berharap "kepatuhan akan membeli keselamatan."

"Itu tidak akan terjadi," katanya. "Pertanyaan bagi kekuatan menengah, seperti Kanada, bukanlah apakah akan beradaptasi dengan realitas baru ini. Kita harus melakukannya. Pertanyaannya adalah apakah kita beradaptasi hanya dengan membangun tembok yang lebih tinggi, atau apakah kita bisa melakukan sesuatu yang lebih ambisius."

Carney menyerukan agar negara-negara kekuatan menengah bertindak bersama secara kolektif. "Kekuatan menengah harus bertindak bersama, karena jika kita tidak berada di meja, kita akan ada di menu," tegasnya.

Respons terhadap Ancaman Ekspansi AS

Pidato ini muncul di tengah laporan surat kabar Globe and Mail bahwa militer Kanada telah mengembangkan model respons terhadap kemungkinan invasi AS, dengan taktik gerilya mirip pejuang di Afghanistan. Sejak terpilih kembali, Trump berulang kali menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51" dan menyiratkan gagasan merger.

Bahkan, baru-baru ini Trump mengunggah gambar peta yang menunjukkan Kanada dan Venezuela tertutup bendera AS, menyiratkan pengambilalihan penuh atas kedua negara tersebut.

Terkait ketegangan di Greenland yang juga sedang ditekan oleh Trump, Carney menyatakan posisi tegas negaranya. "Kanada berdiri teguh bersama Greenland dan Denmark, serta sepenuhnya mendukung hak unik mereka untuk menentukan masa depan Greenland," pungkasnya. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya