Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

PSI: Di Forum Davos, Prabowo Paparkan Capaian dan Arah Ekonomi RI

Irvan Sihombing
23/1/2026 20:24
PSI: Di Forum Davos, Prabowo Paparkan Capaian dan Arah Ekonomi RI
PRESIDEN Prabowo Subianto berpidato di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).(Antara/Maria Cicilia Galuh PrayudhiaAria Cindyara)

PRESIDEN Prabowo Subianto berpidato di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Forum tersebut dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 unsur pimpinan perusahaan global. Dalam pidatonya, Prabowo mengukuhkan capaian penting Indonesia ke forum global.

"Pada forum terhormat yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visi besar Indonesia, tetapi juga menegaskan arah kebijakan menjunjung asas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional," kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman, Jumat, (23/1)

Paparan Presiden Prabowo mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara, jelas Andy, menegaskan arah kebijakan tersebut.

"Penekanan bahwa negara hadir memastikan gizi anak-anak dan generasi muda menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari kualitas manusia yang menopangnya. Di hadapan komunitas global, paparan tentang MBG memperlihatkan Indonesia meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama," tuturnya.

Menurutnya, apresiasi juga layak diberikan pada pemaparan mengenai Danantara. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang dalam mengelola kekayaan nasional. 

"Pesan ini penting diutarakan di forum seperti WEF untuk membangun kepercayaan investor sekaligus menegaskan kedaulatan ekonomi kita," imbuh Andy.

Secara keseluruhan, sambungnya, pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 menunjukkan kombinasi antara kematangan visi, kejelasan arah kebijakan, dan kepercayaan diri sebagai bangsa besar. 

"Pesan yang disampaikan memberi kontribusi kepada dunia tentang pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pidato ini merupakan langkah penting memperkuat posisi Indonesia di mata dunia," pungkas Andy. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya