Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan tetap pada pendiriannya terkait pidato keras di Davos yang menyindir kekuatan super dunia. Pernyataan ini muncul setelah pihak Gedung Putih mengklaim Carney telah meminta maaf dan menarik kembali ucapannya dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Ketegangan bermula saat Carney memberikan pidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, yang secara tidak langsung mengkritik kebijakan Trump sebagai penyebab "keretakan" dalam tatanan dunia pasca-perang. Trump membalas keesokan harinya dengan menyatakan bahwa "Kanada hidup karena Amerika Serikat."
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya menyatakan kepada Fox News bahwa Carney telah "menarik kembali dengan sangat agresif" beberapa pernyataannya saat berbicara dengan Trump. Namun, hal ini dibantah keras oleh Carney saat ditemui wartawan di Ottawa pada Selasa waktu setempat.
"Untuk memperjelas, dan saya telah menyampaikan hal ini kepada Presiden, saya memaksudkan apa yang saya katakan di Davos," tegas Carney mengonfirmasi pembicaraannya dengan Trump.
Carney mengungkapkan Presiden Trump sendirilah yang meneleponnya pada Senin. Menurutnya, keduanya terlibat dalam "percakapan yang sangat baik mengenai berbagai subjek," termasuk isu Ukraina, Venezuela, keamanan Arktik, hingga peninjauan kesepakatan perdagangan bebas USMCA yang dijadwalkan tahun ini.
Hubungan kedua negara tetangga ini kian memanas setelah Kanada menyepakati kerja sama perdagangan dengan Tiongkok. Kesepakatan tersebut menurunkan tarif minyak kanola Kanada dari 85% menjadi 15%, sementara Kanada memberlakukan pajak rendah untuk kendaraan listrik (EV) Tiongkok tertentu.
Langkah ini memicu ancaman dari Trump untuk memberlakukan tarif 100% pada barang-barang Kanada jika negara itu membiarkan produk Tiongkok mengalir bebas ke AS untuk menghindari pungutan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengkritik keras langkah tersebut.
"Kanada bergantung pada AS. Perdagangan Utara-Selatan jauh lebih besar daripada perdagangan Timur-Barat," ujar Bessent. "Perdana Menteri seharusnya melakukan yang terbaik untuk rakyat Kanada daripada mencoba memaksakan agenda globalisnya."
Menanggapi ancaman tarif 100% dari Trump, Carney menilai hal tersebut hanyalah bagian dari strategi negosiasi menjelang pembicaraan USMCA. Ia juga membantah Kanada sedang mengincar kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Beijing.
"Presiden adalah seorang negosiator yang kuat, dan saya pikir beberapa komentar serta posisi ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari hal tersebut," pungkas Carney. (BBC/Z-2)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved