Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Hubungan Memanas, PM Kanada Mark Carney Tegaskan Tetap Kritik Donald Trump

Thalatie K Yani
28/1/2026 04:55
Hubungan Memanas, PM Kanada Mark Carney Tegaskan Tetap Kritik Donald Trump
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.(Instagram)

PERDANA Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan tetap pada pendiriannya terkait pidato keras di Davos yang menyindir kekuatan super dunia. Pernyataan ini muncul setelah pihak Gedung Putih mengklaim Carney telah meminta maaf dan menarik kembali ucapannya dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.

Ketegangan bermula saat Carney memberikan pidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, yang secara tidak langsung mengkritik kebijakan Trump sebagai penyebab "keretakan" dalam tatanan dunia pasca-perang. Trump membalas keesokan harinya dengan menyatakan bahwa "Kanada hidup karena Amerika Serikat."

Bantahan Terhadap Klaim Mundur

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya menyatakan kepada Fox News bahwa Carney telah "menarik kembali dengan sangat agresif" beberapa pernyataannya saat berbicara dengan Trump. Namun, hal ini dibantah keras oleh Carney saat ditemui wartawan di Ottawa pada Selasa waktu setempat.

"Untuk memperjelas, dan saya telah menyampaikan hal ini kepada Presiden, saya memaksudkan apa yang saya katakan di Davos," tegas Carney mengonfirmasi pembicaraannya dengan Trump.

Carney mengungkapkan Presiden Trump sendirilah yang meneleponnya pada Senin. Menurutnya, keduanya terlibat dalam "percakapan yang sangat baik mengenai berbagai subjek," termasuk isu Ukraina, Venezuela, keamanan Arktik, hingga peninjauan kesepakatan perdagangan bebas USMCA yang dijadwalkan tahun ini.

Polemik Perdagangan dengan Tiongkok

Hubungan kedua negara tetangga ini kian memanas setelah Kanada menyepakati kerja sama perdagangan dengan Tiongkok. Kesepakatan tersebut menurunkan tarif minyak kanola Kanada dari 85% menjadi 15%, sementara Kanada memberlakukan pajak rendah untuk kendaraan listrik (EV) Tiongkok tertentu.

Langkah ini memicu ancaman dari Trump untuk memberlakukan tarif 100% pada barang-barang Kanada jika negara itu membiarkan produk Tiongkok mengalir bebas ke AS untuk menghindari pungutan. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengkritik keras langkah tersebut.

"Kanada bergantung pada AS. Perdagangan Utara-Selatan jauh lebih besar daripada perdagangan Timur-Barat," ujar Bessent. "Perdana Menteri seharusnya melakukan yang terbaik untuk rakyat Kanada daripada mencoba memaksakan agenda globalisnya."

Taktik Negosiasi

Menanggapi ancaman tarif 100% dari Trump, Carney menilai hal tersebut hanyalah bagian dari strategi negosiasi menjelang pembicaraan USMCA. Ia juga membantah Kanada sedang mengincar kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Beijing.

"Presiden adalah seorang negosiator yang kuat, dan saya pikir beberapa komentar serta posisi ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari hal tersebut," pungkas Carney. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya