Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Produk Kanada Jika Berkoalisi Dagang dengan Tiongkok

Thalatie K Yani
25/1/2026 07:46
Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Produk Kanada Jika Berkoalisi Dagang dengan Tiongkok
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Kanada. Ia menyatakan akan memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap seluruh barang dan produk asal Kanada jika negara tetangganya tersebut berani menjalin kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan Tiongkok, negara itu akan segera dihantam dengan Tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat," tegas Trump melalui unggahannya di media sosial Truth Social.

Pernyataan ini muncul menyusul pengumuman Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pekan lalu mengenai "kemitraan strategis" dengan Tiongkok yang mencakup pengurangan tarif. Padahal, awalnya Trump sempat menyebut langkah tersebut sebagai "hal yang baik."

Ketegangan Pasca Pidato Davos

Hubungan kedua pemimpin ini memburuk secara cepat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu pidato PM Carney di forum ekonomi Davos yang menyebut tatanan dunia yang dipimpin AS telah retak. Carney juga mendesak negara-negara "kekuatan menengah" untuk bersatu menghadapi pemaksaan ekonomi oleh "kekuatan besar," meski ia tidak menyebut nama Trump secara eksplisit.

Trump langsung membalas pernyataan tersebut dalam pidatonya sehari kemudian dengan mengatakan, "Kanada hidup karena Amerika Serikat." Sebagai bentuk sanksi diplomatik awal, Trump bahkan menarik undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang baru dibentuknya.

Kanada Bantah Kejar Perjanjian Perdagangan Bebas

Merespons ancaman Trump, Menteri Perdagangan Kanada untuk AS, Dominic LeBlanc, menegaskan pemerintahnya tidak sedang mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok.

"Tidak ada upaya pengejaran kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok. Apa yang dicapai adalah penyelesaian atas beberapa isu tarif yang penting," ujar LeBlanc dalam sebuah pernyataan resmi.

LeBlanc menambahkan bahwa pemerintah Kanada tetap fokus pada pembangunan ekonomi domestik dan penguatan kemitraan perdagangan di seluruh dunia. Selama ini, Kanada memang berupaya melakukan diversifikasi perdagangan agar tidak terlalu bergantung pada AS, mengingat ketidakpastian kebijakan tarif yang kerap berubah di bawah kepemimpinan Trump.

Detail Kesepakatan Kanada-Tiongkok

Berdasarkan kesepakatan antara PM Carney dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, China setuju untuk menurunkan pungutan pada minyak kanola Kanada dari 85% menjadi 15% per Maret mendatang. Sebagai imbalannya, Kanada akan memangkas pajak kendaraan listrik (EV) Tiongkok dari 100% menjadi tarif negara paling disukai (most-favoured-nation) sebesar 6,1%.

PM Carney menilai kemajuan dengan Tiongkok ini memposisikan Kanada dengan baik di tengah tatanan dunia yang baru. Namun, bagi Trump, langkah ini dianggap sebagai celah bagi Tiongkok.

"Jika Carney berpikir dia akan menjadikan Kanada sebagai 'Pelabuhan Bongkar Muat' bagi Tiongkok untuk mengirimkan barang dan produk ke Amerika Serikat, dia sangat keliru," pungkas Trump dalam unggahannya. (BBc/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya