Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Prabowonomics di Davos 2026: Strategi Atasi Kemiskinan dan Krisis Global

Haufan Hasyim Salengke
23/1/2026 23:38
Prabowonomics di Davos 2026: Strategi Atasi Kemiskinan dan Krisis Global
Presiden Prabowo Subianto berpidato di World Economic Forum 2026.(Antara)

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swis, dinilai bukan sekadar seremoni diplomatik. Pidato yang disampaikan Kepala Negara dianggap sebagai momentum penegasan arah kebijakan ekonomi nasional yang kini mulai dikenal di panggung global sebagai "Prabowonomics".

Direktur Eksekutif GREAT Institute, Sudarto, mengungkapkan bahwa narasi yang dibawa Presiden di Davos menunjukkan upaya sadar untuk memosisikan Indonesia sebagai pemberi solusi atas ketidakpastian dunia. Menurutnya, Prabowonomics berangkat dari pengalaman negara berkembang yang menitikberatkan pada stabilitas dan kedaulatan.

"Pidato tersebut tidak sekadar berbicara tentang pertumbuhan makro, tetapi menekankan bahwa pembangunan manusia adalah fondasi utama bagi keberlanjutan ekonomi global," ujar Sudarto dalam keterangan yang diterima, Jumat (23/1).

Di hadapan para pemimpin dunia, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan di tanah air. Di tengah konflik geopolitik dan krisis pangan global, Presiden menekankan bahwa perdamaian dan tata kelola yang kuat adalah syarat mutlak bagi pertumbuhan yang inklusif.

GREAT Institute mencatat sedikitnya tiga pilar utama yang menjadi sorotan dalam pidato tersebut. Pertama, investasi manusia dalam hal komitmen pada pendidikan dan digitalisasi sekolah sebagai investasi jangka panjang. Kedu, penegakan hokum berkaitan pemberantasan korupsi diposisikan sebagai basis kepercayaan investasi internasional. Kemudian, kesejahteraan sosial berupa program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat diintegrasikan sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.

Selain isu domestik, Indonesia juga mencoba mengambil peran kepemimpinan dalam isu lingkungan. Undangan Presiden kepada para pemimpin dunia untuk menghadiri Bali Ocean Impact Summit dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia serius dalam menggarap potensi ekonomi kelautan masa depan secara berkelanjutan.

Sudarto menambahkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menjaga konsistensi. "Prabowonomics memiliki potensi menjadi kontribusi Indonesia bagi pemikiran ekonomi dunia, selama narasi internasional ini sejalan dengan implementasi kebijakan di dalam negeri," tandasnya.

Momentum di Davos ini diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan nasional yang adaptif namun tetap berdaulat di tengah dinamika perang global yang memengaruhi rantai pasok dunia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya