Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Isu Greenland akan Dibahas Trump di Davos

Reynaldi Andrian Pamungkas
20/1/2026 19:04
Isu Greenland akan Dibahas Trump di Davos
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers setelah menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC.(Mandel NGAN / AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa Denmark tidak mampu melindungi Greenland secara memadai dan akan membahasnya dengan para pemimpin dunia di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

"Lihat, kami harus memilikinya. Mereka harus menyelesaikan ini. Mereka tidak bisa melindunginya," kata Trump kepada wartawan, dengan merujuk pada pulau Arktik yang merupakan wilayah otonom Denmark.

Sambil memuji Denmark dan para pemimpinnya, Trump mengatakan, bahwa Denmark adalah negara yang luar biasa dan saya tahu para pemimpinnya juga baik, tetapi mereka bahkan tidak pergi ke sana.

Trump menyebut pembahasan mengenai Greenland akan dilakukan dengan berbagai pemimpin yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia, yang dimulai Senin di Davos. "Kami akan membicarakannya dengan berbagai pihak," ujarnya.

Ia menegaskan, Greenland sangat penting, seraya menyinggung kekhawatiran keamanan jangka panjang di kawasan tersebut.

"NATO telah memperingatkan Denmark selama sekitar 20 tahun, bahkan lebih, 25 tahun," kata Trump, menyebut Rusia sebagai ancaman dan menambahkan bahwa China juga menjadi tantangan strategis di kawasan Arktik.

"Jadi, kita lihat saja nanti. Namun, bisa saya katakan, Davos akan sangat menarik," katanya.

Trump berulang kali menyatakan Amerika Serikat harus menguasai Greenland demi alasan keamanan nasional dan untuk mencegah pengaruh para pesaing di kawasan Arktik.

Ia juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap sekutu Eropa yang menentang kendali AS atas Greenland. Denmark dan Greenland telah menolak usulan apa pun untuk menjual wilayah tersebut. (Ant)

Sumber: Anadolu



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya