Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Menuju Davos, Isu Greenland Membelah Aliansi Barat

Dhika Kusuma Winata
21/1/2026 13:35
Trump Menuju Davos, Isu Greenland Membelah Aliansi Barat
Presiden AS Donald Trump.(Anadolu)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump tiba di Davos, Swis, Rabu (21/1) waktu setempat, dengan membawa polemik besar yang menguji hubungan Amerika Serikat dan Eropa. Ambisinya untuk mengambil alih Greenland memicu ketegangan serius dan mengancam soliditas aliansi transatlantik yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Sehari sebelum keberangkatan ke Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos itu, Trump melontarkan sindiran tajam terhadap para pemimpin Eropa. 

“Saya akan pergi ke tempat yang indah di Swiss, dan saya yakin saya akan disambut dengan sangat gembira,” ujar Trump sebelum bertolak ke Davos.

Pidato Trump di hadapan para elite ekonomi dan politik dunia dijadwalkan berlangsung Rabu sore waktu setempat. Ini menjadi penampilan pertamanya di forum tersebut dalam enam tahun terakhir. 

Meski Gedung Putih menyebut fokus utama pidato ialah kondisi ekonomi domestik AS, isu Greenland dipastikan menjadi latar utama di tengah memburuknya hubungan Washington dan Eropa.

Trump menyatakan akan menggelar sejumlah pertemuan terkait Greenland selama berada di Davos seiring meningkatnya perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa.

Dia berulang kali menegaskan Greenland yang kaya mineral sangat penting bagi keamanan Amerika Serikat dan NATO, terutama di tengah mencairnya es Arktik dan meningkatnya persaingan strategis dengan Rusia dan Tiongkok.

Untuk menekan Eropa, Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif hingga 25% terhadap negara Eropa yang mendukung Greenland. Ancaman tersebut memicu Uni Eropa mempertimbangkan langkah balasan.

Namun di Davos, sikap para pemimpin kawasan justru semakin mengeras menghadapi agenda AS yang dinilai agresif. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Eropa tidak akan tunduk pada tekanan, sementara Uni Eropa berjanji memberikan respons tegas tanpa kompromi.

Macron yang mengusulkan pertemuan G7 di Paris untuk membahas Greenland dan Ukraina. Trump kemudian menegaskan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut, sedangkan Macron menyebut pertemuan itu belum dijadwalkan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa langkah Trump berisiko menyeret hubungan AS-Uni Eropa. Dukungan terhadap Denmark dan Greenland juga datang dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

“Kanada berdiri teguh bersama Greenland dan Denmark,” kata Carney.

Di sisi lain, Presiden Lituania Gitanas Nauseda menilai langkah Amerika Serikat terhadap sesama sekutu NATO dapat berakibat fatal bagi aliansi tersebut.

“Jika itu terjadi, maka itu akan menjadi akhir dari NATO,” ujarnya. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya