Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sejauh Apa Trump Berani Melangkah soal Greenland?

Dhika Kusuma Winata
21/1/2026 11:50
Sejauh Apa Trump Berani Melangkah soal Greenland?
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali menolak menjelaskan sejauh mana langkah yang akan ditempuh pemerintahannya terkait Greenland. Meski begitu, Trump memberi sinyal terbuka kemungkinan tercapainya kesepakatan di tengah meningkatnya kekhawatiran para pemimpin Eropa atas pernyataannya yang bernada ancaman.

Menjelang keberangkatannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Selasa waktu setempat, Trump enggan merinci rencana Washington. Soal seberapa jauh ia akan melangkah dalam isu Greenland, Trump hanya menjawab singkat. “Anda akan mengetahuinya," ucapnya.

Trump menyebut sejumlah pertemuan mengenai Greenland telah dijadwalkan dalam rangkaian agenda di Davos. Dia optimistis pembicaraan tersebut akan berujung pada hasil yang menguntungkan.

“Kami memiliki banyak pertemuan yang dijadwalkan soal Greenland dan saya pikir semuanya akan berjalan cukup baik,” kata Trump.

Respon Denmark

Sikap Trump memicu respons keras dari Denmark. Kopenhagen memperingatkan stabilitas aliansi NATO dapat terancam apabila AS benar-benar melanjutkan ancaman pengambilalihan Greenland. 

Pada akhir pekan lalu, Trump bahkan menyatakan akan mengenakan tarif baru terhadap negara-negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, yang mengirim pasukan ke Greenland sebagai bentuk solidaritas.

Trump menepis anggapan langkah tersebut berpotensi merusak kesepakatan dengan Uni Eropa yang dicapai tahun lalu. Menurut dia, justru Eropa yang sangat membutuhkan perjanjian tersebut.

Trump kembali menegaskan keyakinannya persoalan Greenland dapat diselesaikan tanpa mengguncang aliansi militer Barat. Trump berdalih, kepentingan Amerika Serikat terhadap Greenland semata-mata didorong oleh pertimbangan keamanan. 

“Kami membutuhkan wilayah itu untuk tujuan keamanan. Ini soal keamanan nasional, bahkan keamanan dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, para pemimpin Greenland berulang kali menegaskan pulau mereka tidak untuk dijual. 

Adapun Trump sebelumnya menyatakan AS memerlukan Greenland karena potensi ancaman dari Rusia dan Tiongkok. Namun, baik Rusia maupun Tiongkok tidak pernah mengklaim dan mengaku berkepentingan di Greenland. (AFP/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya