Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Prabowo Mau Kurangi Jumlah BUMN, Dari Ribuan Jadi 300

M Ilham Ramadhan Avisena
22/1/2026 22:30
Prabowo Mau Kurangi Jumlah BUMN, Dari Ribuan Jadi 300
ilustrasi(MI)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan bakal mengurangi jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari yang saat ini melampaui 1.000 entitas menjadi hanya 300 entitas perusahaan pelat merah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1), sebagaimana disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Danantara kini mengelola 1.044 badan usaha milik negara. Kami akan menurunkannya menjadi sekitar maksimal 300. Kami akan merasionalisasi. Kami akan menyingkirkan inefisiensi," kata dia.

Danantara yang menaungi ribuan perusahaan BUMN itu akan ditugaskan untuk mengurangi jumlah entitas pelat merah. Prabowo menyatakan, Danantara Indonesia dibentuk pada Februari lalu sebagai dana kekayaan negara yang dirancang untuk menggerakkan masa depan ekonomi nasional.

Dengan aset kelolaan mencapai US$1 triliun, Danantara disebut sebagai fondasi baru bagi posisi Indonesia di panggung global. Kehadiran sovereign wealth fund tersebut, menurut Prabowo, mengubah cara dunia memandang Indonesia, dari sekadar negara stabil menjadi negara penuh peluang.

"Indonesia kini semakin menjadi tanah peluang. Sekali lagi, saya sebutkan bahwa saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia," ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa Danantara dibangun untuk menjadi kendaraan investasi bersama dalam industri masa depan, sekaligus mempercepat agenda industrialisasi nasional. "Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan," tuturnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya tata kelola yang kuat. Danantara, kata dia, dibangun dengan pengawasan ketat, tanggung jawab kelembagaan, dan kepemimpinan profesional agar mampu bersaing di level internasional.

"Itulah sebabnya kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan, dan kami berusaha menemukan para eksekutif terbaik untuk mengarahkan kepemimpinan Danantara," terangnya.

Guna mencapai standar tata kelola global, Prabowo membuka peluang perekrutan talenta terbaik dunia, termasuk ekspatriat, untuk memimpin perusahaan-perusahaan strategis. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya