Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Prabowo Singgung Korupsi di Davos : Mereka akan Mendapati Kejutan Besar

M Ilham Ramadhan Avisena
22/1/2026 23:02
Prabowo Singgung Korupsi di Davos : Mereka akan Mendapati Kejutan Besar
Presiden Prabowo Subianto berjalan menuruni tangga pesawat kepresiden saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025).(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan akan memerangi korupsi secara langsung dan tanpa kompromi. Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat berpidato di World Economic Forum (WEF) Davos, Swis, Kamis (22/1), seperti disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dia bahkan menyinggung anggapan sebagian pengusaha yang merasa bisa membeli pejabat negara. Prabowo menyatakan tidak akan mentoleransi praktik semacam itu.

"Saya memiliki laporan bahwa beberapa dari orang-orang ini dalam pertemuan mereka mengatakan, 'oh, tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak dapat dibeli'. Baiklah, saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya," ujarnya.

"Mereka akan mendapati sebuah kejutan besar," lanjut Prabowo. 

Dia menyatakan, pemberantasan korupsi merupakan pilihan yang tidak bisa ditawar. Prabowo mengungkapkan bahwa dalam minggu-minggu awal pemerintahannya, aparat negara menemukan penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. 

Temuan tersebut, menurutnya, tidak berdiri sendiri. "Di semua sektor ekonomi, kami menemukan ilegalitas, praktik-praktik ilegal," ujarnya.

Dalam satu tahun pertama masa pemerintahan, pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan menyita jutaan hektare lahan ilegal.

"Dalam tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal," kata Prabowo. 

Dia menilai praktik-praktik tersebut bukanlah cerminan pasar bebas yang sehat. Ia menyebut kondisi itu sebagai 'ekonomi keserakahan' yang dikuasai oleh perilaku rakus dan melanggar hukum. Prabowo bahkan membandingkannya dengan periode 'baron perampok' dalam sejarah ekonomi sejumlah negara.

Langkah penindakan tidak berhenti di situ. Prabowo mengungkapkan bahwa dua hari sebelum pidato di Davos, ia memimpin rapat kabinet secara daring dari London dan memutuskan pencabutan izin usaha puluhan korporasi.

"Kami memutuskan untuk menyita atau mencabut izin dari 28 korporasi yang memiliki izin atas 1,01 juta hektare," ungkapnya.

Pencabutan izin tersebut, menurutnya, dilakukan karena perusahaan-perusahaan itu terbukti melanggar hukum, termasuk membuka perkebunan di kawasan hutan lindung.

"Ini adalah pelemahan terang-terangan terhadap supremasi hukum," pungkas Prabowo. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya