Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Mensesneg Ungkap Lawatan Prabowo ke Inggris dan Swis Fokus Ekonomi dan Konservasi Gajah

M Ilham Ramadhan Avisena
19/1/2026 17:22
Mensesneg Ungkap Lawatan Prabowo ke Inggris dan Swis Fokus Ekonomi dan Konservasi Gajah
Presiden Prabowo Subianto berangkat untuk lawatan luar negeri ke Inggris dan Swis(Biro Pers Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memulai rangkaian lawatan luar negeri ke Inggris dan Swis dengan agenda yang menitikberatkan pada penguatan kerja sama ekonomi, pendidikan, serta komitmen konservasi lingkungan. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, kunjungan Presiden ke Inggris dan Swis telah dijadwalkan sejak tahun lalu, namun baru dapat direalisasikan pada Januari ini karena penyesuaian agenda.

Prasetyo menjelaskan, Prabowo terlebih dahulu bertolak ke Inggris untuk memenuhi sejumlah agenda strategis. Salah satunya rencana pertemuan dengan Raja Charles III guna menindaklanjuti komitmen kerja sama konservasi gajah di Provinsi Aceh.

"Yang pertama ada rencana Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles untuk menindaklanjuti kembali komitmen dari kita berkenaan dengan konservasi gajah di daerah Provinsi Aceh," kata Prasetyo kepada pewarta di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1). 

Ia menambahkan, komitmen tersebut berangkat dari langkah yang sebelumnya telah dilakukan Presiden Prabowo sebelum menjabat sebagai kepala negara. Menurut Prasetyo, perusahaan milik Prabowo yang memiliki konsesi di Aceh telah mengembalikan wilayah tersebut kepada negara untuk dialihfungsikan menjadi kawasan perlindungan gajah dengan dukungan kerja sama pemerintah Inggris.

Selain isu lingkungan, kunjungan ke Inggris juga akan diisi dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman kerja sama. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kapal tangkap ikan untuk mendukung sektor perikanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Ada beberapa penandatanganan MOU kerja sama, di antaranya kerja sama untuk pembuatan kapal tangkap ikan bagi nelayan-nelayan kita," kata Prasetyo.

Ia menekankan, Indonesia masih mengalami kekurangan puluhan ribu kapal tangkap ikan, sementara sekitar dua pertiga wilayah Indonesia merupakan laut. Karena itu, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kita membuka kerja sama dengan siapa pun untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan. Ini untuk menggerakkan ekonomi, membantu saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan, sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita supaya dinikmati oleh bangsa kita sendiri," ujarnya.

Agenda lain di Inggris mencakup pertemuan di bidang pendidikan dengan sejumlah kelompok universitas. Prasetyo menyebut penjajakan kerja sama tersebut telah dilakukan sebelumnya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan akan difinalisasi dalam pertemuan Presiden.

"Juga ada pertemuan yang akan membicarakan mengenai pendidikan di beberapa grup universitas di Inggris yang sudah beberapa kali kita lakukan penjajakan untuk kemudian mau difinalisasi," kata Prasetyo.

Usai dari Inggris, Prabowo dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Davos, Swis, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Kehadiran Presiden di forum global tersebut, menurut Prasetyo, merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kerja sama internasional dan mencari peluang ekonomi di tengah dinamika geopolitik dunia.

"Dari Inggris, Bapak Presiden akan melanjutkan lawatan ke Davos, Swis, untuk menghadiri undangan di World Economic Forum. Ini bagian dari bagaimana kita harus menjalankan kerja sama antarnegara, mencari peluang-peluang ekonomi di tengah kondisi dunia yang geopolitik dan begitu dinamis," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya