Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Iran dan AS Masuki Putaran Baru Perundingan di Jenewa

Ferdian Ananda Majni
26/2/2026 12:08
Iran dan AS Masuki Putaran Baru Perundingan di Jenewa
Ilustrasi.( RALF HIRSCHBERGER / AFP))

DELEGASI Iran yang dipimpin diplomat seniornya tiba di Jenewa, Rabu (25/2), menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat atau AS mengenai peluang tercapainya kesepakatan melalui jalur negosiasi nuklir guna mencegah pecahnya konflik baru.

Sementara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan ancaman akan melakukan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidak mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. 

Dalam pidato kenegaraan pada Selasa (24/2) Trump menuding Iran memiliki ambisi nuklir yang jahat setelah ia memerintahkan pengerahan militer besar-besaran di sekitar kawasan Teluk.

Sebagai bagian dari peningkatan tekanan, Washington pada Rabu (25/2) mengumumkan paket sanksi baru terhadap Iran. Wakil Presiden JD Vance juga memperingatkan agar Teheran menanggapi ancaman tindakan militer AS dengan serius.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan sikap yang lebih terbuka terhadap jalur diplomasi. Ia menyatakan memiliki pandangan yang menguntungkan untuk negosiasi.

"Kami melanjutkan proses di bawah bimbingan pemimpin tertinggi agar kami dapat bergerak keluar dari situasi bukan perang dan bukan damai ini," kata Pezeshkian dalam pidatonya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bersama tim negosiasinya tiba di Jenewa, Swiss, pada Rabu (25/2) untuk mengikuti pembicaraan penting yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya. Pemerintah Iran menyebut Araghchi telah bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan posisi Teheran terkait pencabutan sanksi dan isu nuklir.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa Iran saat ini kembali mengejar ambisi nuklir mereka yang jahat. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah keras tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai hanya pengulangan kebohongan besar.

Tekanan maksimum

Negara-negara Barat meyakini Iran tengah berupaya mengembangkan bom atom, sementara Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Trump menekankan bahwa ia lebih memilih solusi diplomatik, tetapi tetap membuka opsi lain. 

"Pilihan saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi, tetapi satu hal yang pasti. Saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas merupakan sponsor teror terbesar, memiliki senjata nuklir," katanya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya