Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menggelar pertemuan tidak langsung putaran ketiga di Jenewa, Kamis (26/2), dalam upaya meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik terbuka di tengah ancaman Presiden Donald Trump soal kemungkinan serangan jika kesepakatan nuklir gagal tercapai.
Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai putaran kali ini tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya. Menurut dia, posisi kedua negara masih bertolak belakang dan sama-sama mempertahankan sikap keras.
"Putaran ketiga akan seperti putaran-putaran sebelumnya. Amerika akan terus menekan Iran untuk menutup semua fasilitas Nuklir dan membekukan program peluru kendali balistik. Bagi Iran, tekanan tersebut adalah pelecehan atas marwah negara Iran, dan menjadikan Iran bertekuk lutut pada Amerika Serikat. Keadaan ini menantang nyali Amerika Serikat dan juga Iran, karena menjadikan sumbu perang semakin pendek," kata Teuku Rezasyah dihubungi Media Indonesia, Kamis (26/2).
Terkait ancaman Trump yang menyebut opsi serangan militer jika diplomasi gagal, ia menilai pernyataan tersebut lebih merupakan pola tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung.
"Presiden Trump seperti biasanya akan mengancam, dan tidak bernyali menyerang Iran. Keadaan ini menguntungkan Iran, karena memungkinkannya mempertajam berbagai strategi pembalasan kontan, seandainya Amerika Serikat menyerang. Sasaran balasan Iran sangatlah jelas, yakni kota-kota di Israel, semua pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, dan kapal-kapal perang Amerika Serikat di perairan-perairan strategis Timur Tengah," sebutnya.
Ia juga memaparkan sejumlah skenario geopolitik yang berpotensi terjadi apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan. Jika perundingan gagal, kata Teuku Rezasyah bahwa skenario berikut ini mungkin terjadi. Pertama, kepulangan pekerja asing di banyak negara Timur Tengah ke negara asal mereka. Kedua, eksodus penduduk Israel ke berbagai negara, yang sesuai dengan status dwi-kewarganegaraan mereka.
Lebih lanjut, ketiga yakni rotasi prajurit di banyak pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Keempat, meningkatnya pembelian senjata dari Tiongkok dan Rusia, yang berlanjut dengan pengiriman penasehat militer ke berbagai negara yang membelinya.
Terakhir, meningkatnya tekanan Amerika Serikat pada negara-negara Teluk, untuk segera mengijinkan pembukaan ruang udara mereka bagi serangan Amerika Serikat ke Iran.
Menurutnya, dinamika ini menunjukkan bahwa setiap kegagalan diplomasi berpotensi memperlebar dampak krisis, tidak hanya bagi Washington dan Teheran, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. (Fer/P-3)
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Ketegangan di Teluk Oman meningkat setelah sebuah kapal dihantam proyektil misterius. Abu Dhabi juga menutup fasilitas gas Habshan akibat serpihan rudal.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Tasnim melaporkan bahwa IRGC mengeklaim serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Beit Shemesh, Tel Aviv, dan Yerusalem.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu Amerika Serikat mengambil peran di Selat Hormuz.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Donald Trump menyatakan Israel akan menghentikan serangan ke ladang gas South Pars Iran. AS menegaskan tidak terlibat dan memperingatkan Iran terkait potensi eskalasi.
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Pentagon meminta persetujuan Gedung Putih untuk anggaran perang di Iran senilai lebih dari US$200 miliar. Akankah Kongres meloloskan dana raksasa ini?
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved