Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan skeptis terhadap kualitas perjanjian yang tengah dinegosiasikan Washington dan Teheran Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis (12/2), sehari setelah menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Trump mengatakan ia berharap negosiasi antara Washington dan Teheran dapat membuahkan hasil dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.
"Kita harus mencapai kesepakatan, jika tidak, akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan," kata Trump.
Ia menegaskan kembali ancamannya dengan menyatakan ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan.
Trump juga mengisyaratkan opsi tekanan militer, termasuk kemungkinan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah. Ia mengingatkan kembali serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran yang diperintahkannya saat perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu.
"Kita akan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita harus melanjutkan ke fase kedua. Fase kedua akan sangat sulit bagi mereka," ujarnya.
Di sisi lain, Netanyahu yang datang ke Washington disebut berupaya mendorong Trump mengambil posisi lebih tegas dalam perundingan, khususnya dengan memasukkan isu program rudal balistik Iran dalam kesepakatan.
Namun, setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump tetap bersikeras agar jalur negosiasi dilanjutkan. Sebelum kembali ke Israel, Netanyahu menyampaikan bahwa Trump menilai kondisi saat ini berpotensi membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan.
"Dia percaya bahwa kondisi yang dia ciptakan, dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka pasti memahami bahwa mereka telah melakukan kesalahan terakhir kali ketika mereka tidak mencapai kesepakatan, dapat menciptakan kondisi untuk mencapai kesepakatan yang baik," tambah Netanyahu, mengutip pernyataan video dari kantornya. 9H-40
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved