Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Negosiasi Nuklir Memanas, Trump Ultimatum Iran

Ferdian Ananda Majni
13/2/2026 13:47
Negosiasi Nuklir Memanas, Trump Ultimatum Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan skeptis terhadap kualitas perjanjian yang tengah dinegosiasikan Washington dan Teheran Pernyataan itu disampaikan Trump pada Kamis (12/2), sehari setelah menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Trump mengatakan ia berharap negosiasi antara Washington dan Teheran dapat membuahkan hasil dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

"Kita harus mencapai kesepakatan, jika tidak, akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan," kata Trump.

Ia menegaskan kembali ancamannya dengan menyatakan ini akan sangat traumatis bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan.

Trump juga mengisyaratkan opsi tekanan militer, termasuk kemungkinan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah. Ia mengingatkan kembali serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran yang diperintahkannya saat perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu.

"Kita akan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan dengan mereka, dan jika tidak, kita harus melanjutkan ke fase kedua. Fase kedua akan sangat sulit bagi mereka," ujarnya.

Di sisi lain, Netanyahu yang datang ke Washington disebut berupaya mendorong Trump mengambil posisi lebih tegas dalam perundingan, khususnya dengan memasukkan isu program rudal balistik Iran dalam kesepakatan.

Namun, setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump tetap bersikeras agar jalur negosiasi dilanjutkan. Sebelum kembali ke Israel, Netanyahu menyampaikan bahwa Trump menilai kondisi saat ini berpotensi membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan.

"Dia percaya bahwa kondisi yang dia ciptakan, dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka pasti memahami bahwa mereka telah melakukan kesalahan terakhir kali ketika mereka tidak mencapai kesepakatan, dapat menciptakan kondisi untuk mencapai kesepakatan yang baik," tambah Netanyahu, mengutip pernyataan video dari kantornya. 9H-40



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya