Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump kembali menegaskan keyakinannya Iran ingin merundingkan kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat. Namun, di tengah sinyal diplomasi tersebut, Trump tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran mengenai konsekuensi yang mungkin dihadapi jika kesepakatan gagal tercapai.
Dalam sebuah wawancara dengan Larry Kudlow dari Fox Business yang ditayangkan pada Selasa waktu setempat, Trump menyebut Amerika Serikat saat ini tengah mengerahkan kekuatan militer yang signifikan di wilayah tersebut.
"Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar yang saat ini menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya," ujar Trump.
Trump juga menyinggung tindakan militer AS di masa lalu terhadap fasilitas Iran dan memberikan isyarat mengenai kemungkinan aksi serupa di masa depan.
"Kami melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus lihat apakah kami akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," tambah Trump.
Presiden menegaskan kembali bahwa kesepakatan yang diinginkannya haruslah sebuah "kesepakatan yang baik" dan komprehensif. Syarat-syarat yang ia ajukan mencakup batasan ketat pada persenjataan Iran.
"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," tegasnya.
Pernyataan ini muncul setelah Trump pekan lalu mengklaim AS telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran. Hal ini merujuk pada diskusi tidak langsung antara delegasi kedua negara yang berlangsung di Oman pada hari Jumat.
Ketegangan di Timur Tengah ini diprediksi akan semakin memuncak seiring dengan agenda pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada hari Rabu. Berdasarkan laporan sumber internal kepada CNN, Netanyahu berniat mempresentasikan data intelijen terbaru mengenai kemampuan militer Iran kepada Trump dalam pertemuan tersebut.
Kesepakatan nuklir Iran tetap menjadi salah satu isu paling krusial dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump, di mana ia terus mendorong penghentian total ambisi nuklir dan program rudal Teheran melalui tekanan diplomatik dan militer. (CNN/Z-2)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden AS Donald Trump bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Bahas kelanjutan negosiasi nuklir Iran dan ancaman aksi militer jika kesepakatan buntu.
Presiden Donald Trump yakin Iran akan menyetujui kesepakatan nuklir.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim bahwa negaranya telah menerima pesan tertulis dari Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved