Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Trump Peringatkan Iran Terkait Kesepakatan Nuklir: Mereka Bodoh Jika Tidak Melakukannya

Thalatie K Yani
11/2/2026 06:24
Trump Peringatkan Iran Terkait Kesepakatan Nuklir: Mereka Bodoh Jika Tidak Melakukannya
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.(White House)

PRESIDEN Donald Trump kembali menegaskan keyakinannya Iran ingin merundingkan kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat. Namun, di tengah sinyal diplomasi tersebut, Trump tetap memberikan peringatan keras kepada Teheran mengenai konsekuensi yang mungkin dihadapi jika kesepakatan gagal tercapai.

Dalam sebuah wawancara dengan Larry Kudlow dari Fox Business yang ditayangkan pada Selasa waktu setempat, Trump menyebut Amerika Serikat saat ini tengah mengerahkan kekuatan militer yang signifikan di wilayah tersebut.

"Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar yang saat ini menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya," ujar Trump.

Trump juga menyinggung tindakan militer AS di masa lalu terhadap fasilitas Iran dan memberikan isyarat mengenai kemungkinan aksi serupa di masa depan.

"Kami melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus lihat apakah kami akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," tambah Trump.

Presiden menegaskan kembali bahwa kesepakatan yang diinginkannya haruslah sebuah "kesepakatan yang baik" dan komprehensif. Syarat-syarat yang ia ajukan mencakup batasan ketat pada persenjataan Iran.

"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," tegasnya.

Pernyataan ini muncul setelah Trump pekan lalu mengklaim AS telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran. Hal ini merujuk pada diskusi tidak langsung antara delegasi kedua negara yang berlangsung di Oman pada hari Jumat.

Ketegangan di Timur Tengah ini diprediksi akan semakin memuncak seiring dengan agenda pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada hari Rabu. Berdasarkan laporan sumber internal kepada CNN, Netanyahu berniat mempresentasikan data intelijen terbaru mengenai kemampuan militer Iran kepada Trump dalam pertemuan tersebut.

Kesepakatan nuklir Iran tetap menjadi salah satu isu paling krusial dalam kebijakan luar negeri pemerintahan Trump, di mana ia terus mendorong penghentian total ambisi nuklir dan program rudal Teheran melalui tekanan diplomatik dan militer. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya