Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Di tengah Ancaman, Netanyahu dan Trump Bahas Negosiasi Nuklir Iran

Ferdian Ananda Majni
08/2/2026 11:01
Di tengah Ancaman, Netanyahu dan Trump Bahas Negosiasi Nuklir Iran
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu(SAUL LOEB / AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington pada Rabu mendatang untuk membahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran

Kepastian pertemuan itu disampaikan kantor Netanyahu pada Sabtu (7/2), di tengah meningkatnya ketegangan setelah Menteri Luar Negeri Iran melontarkan ancaman terhadap pangkalan militer AS di kawasan.

Dalam pernyataan singkatnya, kantor Netanyahu menyebut sang perdana menteri meyakini bahwa setiap proses negosiasi dengan Iran harus mencakup pembatasan program rudal balistik serta penghentian dukungan Teheran terhadap apa yang disebut sebagai poros Iran. 

Istilah itu merujuk pada jaringan kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

"Perdana Menteri percaya bahwa semua negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik, dan mengakhiri dukungan untuk poros Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut. 

Netanyahu dan Trump terakhir kali bertemu pada Desember lalu. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait rencana pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Republik Islam Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman pada Jumat kemarin. Namun, perundingan tersebut dinilai belum menghasilkan kemajuan berarti dan justru kembali ke titik awal terkait pendekatan atas program nuklir Teheran.

Trump menyebut pembicaraan tersebut sangat baik dan mengindikasikan bahwa putaran negosiasi lanjutan akan digelar pada awal pekan depan. 

Delegasi Amerika dipimpin oleh utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Presiden Trump.

Meski demikian, Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer memaksa untuk mencapai kesepakatan nuklir AS-Iran. 

Ancaman itu disertai pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perang lainnya ke kawasan, di tengah tindakan keras Teheran terhadap gelombang protes nasional yang menewaskan ribuan orang.

Negara-negara Teluk Arab menyuarakan kekhawatiran bahwa eskalasi militer dapat memicu perang regional yang lebih luas, terutama mengingat memori konflik Israel-Iran selama 12 hari pada Juni lalu masih membekas.

Dalam perkembangan lain, untuk pertama kalinya dalam negosiasi dengan Iran, Amerika Serikat melibatkan pejabat militer tertingginya di Timur Tengah. 

Laksamana Angkatan Laut AS Brad Cooper, kepala Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), dilaporkan turut terlibat dan mengunjungi USS Abraham Lincoln bersama Witkoff dan Kushner, demikian menurut pernyataan resmi CENTCOM.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa perundingan nuklir harus berlangsung tanpa tekanan. 

"Perundingan nuklir dan penyelesaian isu-isu utama harus berlangsung dalam suasana tenang, tanpa ketegangan dan tanpa ancaman," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (6/2).

Ia juga menyebut para diplomat akan kembali ke ibu kota masing-masing, menandai berakhirnya putaran pembicaraan tersebut.

Namun, sehari setelahnya, Araghchi menyampaikan peringatan keras dalam wawancara dengan Al Jazeera. Ia menyatakan bahwa jika Amerika Serikat menyerang Iran, Teheran tidak memiliki kemampuan untuk menyerang wilayah AS secara langsung dan karena itu akan membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan.

Ia juga menyinggung ketidakpercayaan yang sangat dalam akibat pengalaman masa lalu, termasuk ketika AS membom fasilitas nuklir Iran selama perang Israel-Iran tahun sebelumnya.

Teheran menegaskan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung hanya akan membahas isu nuklir. 

Meski demikian, Al Jazeera melaporkan adanya proposal dari diplomat Mesir, Turki dan Qatar yang mencakup penghentian pengayaan uranium selama tiga tahun, pengiriman uranium dengan tingkat pengayaan tinggi ke luar negeri, serta komitmen Iran untuk tidak memulai penggunaan rudal balistik.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan bahwa seluruh isu tersebut perlu masuk dalam agenda pembicaraan.

Israel, sebagai sekutu dekat Washington, menilai Iran tengah mengejar pengembangan senjata nuklir dan mendorong agar program tersebut dihentikan sepenuhnya. 

Iran, di sisi lain terus menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai. Israel juga menuntut penghentian program rudal balistik Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Dalam forum di Qatar pada Sabtu kemarin, Araghchi kembali melontarkan kritik keras terhadap Israel. Ia menuduh Tel Aviv menjadi sumber ketidakstabilan regional dengan melanggar kedaulatan, membunuh pejabat tinggi, melakukan operasi teroris dan memperluas jangkauannya di berbagai wilayah.

Ia juga mengecam perlakuan Israel terhadap Palestina dan menyerukan sanksi komprehensif dan terarah terhadap Israel, termasuk embargo senjata segera. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya