Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Celana Robek dan Sensasi Muenchen

Satria Sakti Utama
23/4/2015 00:00
Celana Robek dan Sensasi Muenchen
(AFP/CHRISTOF STACHE)
EMPAT pemain inti mengalami cedera dan hanya menyisakan 14 pemain yang fit tidak membuat Bayern Muenchen loyo.

Buktinya racikan maut Pep Guardiola itu sanggup melumat FC Porto 6-1 pada laga kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, kemarin.

Muenchen pun unggul agregat 7-4 dan lolos ke semifinal untuk keempat kalinya.

Empat pemain yang absen itu ialah Franck Ribery, Mehdi Benatia, David Alaba, dan Arjen Robben.

Keempat pemain itu berada di pinggir lapangan memberi semangat kepada rekan-rekan mereka yang tengah berlaga.

Hasilnya dengan penguasaan bola mencapai 53%, Muenchen menjebol gawang Fabiano melalui Thiago Alcantara (14'), Jerome Boateng (22'), Robert Lewandowski (27'), Thomas Mueller (36', 40'), dan tendangan bebas indah Xabi Alonso (88').

Gol satu-satunya Porto dilesakkan Jackson Martinez (73').

Kemenangan itu tak lepas dari peran Pep.

Yang luar biasa, polesan Pep seperti jadi jaminan mutu buat kiprah timnya di Liga Champions.

Sejak mulai melatih kesebelasan senior pada musim 2008-2009 di Barcelona, ia selalu membawa timnya minimal sampai semifinal--kecuali musim 2012-2013 ketika ia sedang tidak menangani satu klub pun.

Dalam duel itu, gol demi gol membuat Pep tidak menyadari celana abu-abu yang dikenakannya robek pada bagian paha kanan. Sebagian area paha Pepe pun tersingkap dan celana dalamnya terlihat.

Guardiola masih hilir mudik di pinggir lapangan untuk merayakan atau memberikan instruksi kepada para pemain dengan celana yang robek itu.

Tak pelak, banyak foto yang beredar saat Pep 'manggung' dengan celana robek itu.

Namun, pelatih asal Spanyol itu cuek saja saat ditanya para wartawan di ruang konferensi pers.

"Saya akan membeli celana baru untuk laga berikutnya," kata Pep dikutip Daily Mail.

Pep juga belum memikirkan siapa lawan di semifinal. Baginya, semua lawan berat.

"Saya tak terlalu memikirkan siapa lawan kami berikutnya," ucap Guardiola di situs resmi UEFA.

"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik, apakah itu Madrid, Barca, Atletico, Juventus, atau Monaco. Itu bukan masalah."

Mantan pelatih Barcelona itu menyebut Porto sebenarnya tim yang punya kualitas luar biasa. Itu terlihat saat wakil Portugal tersebut mengalahkan FC Hollywood di laga pertama.

"Mereka tim hebat, tapi hari ini mereka tak mencapai level mereka," kata Pep.

Tetap puas
Meski Porto gagal ke semifinal, performa Dragons di kompetisi itu musim ini tetap bikin puas pelatih Julen Lopetegui. S

ebelum kalah dari Bayern, Porto tidak terkalahkan di 11 laga sebelumnya termasuk babak play-off, yakni 8 kemenangan dan 3 hasil imbang, dengan mencetak 27 gol dan hanya kebobolan 6 gol.

"Selamat untuk Bayern. Kami sedih, tapi kami sudah tampil sangat bagus di Liga Champions musim ini. Ini satu-satunya kekalahan dari 11 pertandingan yang dilalui," tutur Lopetegui di situs resmi UEFA.

Situs resmi UEFA mencatat Bayern dominan di laga itu dengan menciptakan 14 tembakan dengan 9 tepat sasaran.

Porto cuma diberi dua kali kans bikin gol sepanjang 90 menit.

Porto bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Ivan Marcano diusir wasit karena mendapat dua kartu kuning di babak kedua. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya