Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat dilaporkan mulai mengerahkan pasukan yang memiliki kemampuan operasi darat ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Langkah itu menandai eskalasi signifikan meski belum ada pengumuman resmi terkait invasi darat.
Sedikitnya 2.500 marinir dan pelaut yang berada di kapal USS Tripoli dikabarkan telah tiba di kawasan tersebut. Mereka membawa perlengkapan tempur, dukungan udara, serta unit reaksi cepat yang dirancang untuk operasi ekspedisi, termasuk pendaratan amfibi dan misi tempur cepat.
Penguatan militer juga datang dari unsur 82nd Airborne Division selaku satuan elite yang dikenal dengan kemampuan mobilisasi cepat ke wilayah konflik. Unit tersebut biasa digunakan untuk merebut titik strategis, merespons krisis, hingga mendukung fase awal operasi tempur.
Kehadiran pasukan AS dengan kemampuan tempur darat di wilayah yang tengah dilanda konflik aktif menunjukkan kesiapan Washington menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
Meski demikian, kekuatan yang dikirim tidak disiapkan untuk pendudukan skala besar. Fokusnya lebih pada fleksibilitas operasi mulai dari serangan terbatas, pengamanan infrastruktur, evakuasi warga sipil, hingga penguatan posisi militer di garis depan.
Unit ekspedisi marinir yang dibawa USS Tripoli memungkinkan AS memperluas opsi militer di luar serangan udara dan laut. Sementara itu, pasukan lintas udara memberi kemampuan respons cepat, termasuk membangun kehadiran militer di wilayah sengketa dalam waktu singkat.
Kombinasi dua kekuatan ini membuka peluang transisi dari serangan jarak jauh menuju operasi darat langsung, jika situasi berkembang. Kendati demikian, pengerahan pasukan belum berarti perang darat telah dimulai. Namun, opsi tersebut sedang dipersiapkan.
Di sisi lain, Iran merespons dengan nada keras. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan kesiapan negaranya menghadapi kemungkinan tersebut.
“Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka selamanya,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan tingginya risiko jika konflik meluas ke operasi darat. Berbeda dengan serangan udara atau laut, keterlibatan langsung di darat akan menempatkan personel militer pada risiko lebih besar dan membuka potensi eskalasi berkepanjangan di kawasan. (Dhk/P-3)
Langkah ini diambil seiring dengan upaya AS dalam menjalankan kampanye bersama dengan Israel melawan Iran.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
Presiden AS Donald Trump tegaskan tidak kirim pasukan darat ke Ukraina. Tapi membuka kemungkinan berikan dukungan udara.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa tuntutan Iran agar Amerika mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dalam perundingan yang sedang berlangsung tidak dapat diterima.
KOMITE penting di parlemen Iran menyetujui rencana penerapan tarif tol bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Ini menurut laporan media lokal pada Selasa (31/3).
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
PEJABAT Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya bagi penerbangan terkait dengan perang yang melibatkan Iran.
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Namun masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved