Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Iran Bantah Klaim Diplomasi Trump, Tegaskan Belum Ada Negosiasi

 Gana Buana
30/3/2026 22:14
Iran Bantah Klaim Diplomasi Trump, Tegaskan Belum Ada Negosiasi
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS.(AFP)

IRAN menepis narasi Amerika Serikat soal kemajuan diplomasi, dengan menegaskan bahwa hingga kini belum pernah ada negosiasi langsung antara Teheran dan Washington. Kontak yang terjadi, menurut Iran, baru sebatas penyampaian pesan melalui pihak mediator.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Senin (30/3), di tengah menguatnya klaim dari Presiden AS Donald Trump bahwa jalur komunikasi dengan Teheran menunjukkan perkembangan.

“Sejauh ini kami belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang ada hanyalah pesan-pesan yang disampaikan melalui mediator, yang menunjukkan keinginan Amerika Serikat untuk bernegosiasi,” kata Baqaei.

Sikap tersebut sekaligus menjadi bantahan terbuka terhadap narasi Washington yang terus menggambarkan jalur diplomatik sedang bergerak maju. Baqaei bahkan mempertanyakan seberapa serius klaim diplomasi yang dilontarkan pihak Amerika.

Menurut dia, posisi Iran sejak awal tidak berubah. Teheran mengklaim tetap konsisten dengan kerangka sikapnya, berbeda dengan AS yang dinilai kerap menggeser posisi politiknya dari waktu ke waktu.

Baqaei juga menyebut proposal yang diterima Iran sebagai sesuatu yang “berlebihan” dan “tidak realistis”, menandakan bahwa jarak pandang kedua pihak masih jauh dari titik temu.

Iran turut menepis keterlibatan dalam forum yang digelar Pakistan. Baqaei menegaskan pertemuan tersebut diselenggarakan secara independen dan Iran tidak ambil bagian di dalamnya.

Pernyataan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan Islamabad siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi kawasan. Pakistan juga terlibat dalam pertemuan para menteri luar negeri bersama sejumlah negara lain untuk mendorong deeskalasi.

Di sisi lain, Trump terus mendorong narasi bahwa diplomasi masih terbuka. Ia sebelumnya mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran melalui mediator, termasuk Pakistan, Turkiye, dan Mesir, menunjukkan kemajuan dan berpotensi menghasilkan kesepakatan dalam waktu cepat.

Namun bantahan terbaru dari Teheran memperlihatkan bahwa jalur komunikasi itu belum bisa disebut sebagai perundingan resmi. Iran juga mengingatkan negara-negara kawasan yang ingin mendorong penghentian perang agar lebih dulu memahami siapa pihak yang memulai konflik.

Ketegangan di kawasan sendiri terus memanas sejak serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari. Konflik itu telah memicu korban jiwa besar, serangan balasan lintas negara, gangguan infrastruktur, serta gejolak pasar global dan penerbangan internasional.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya