Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menepis narasi Amerika Serikat soal kemajuan diplomasi, dengan menegaskan bahwa hingga kini belum pernah ada negosiasi langsung antara Teheran dan Washington. Kontak yang terjadi, menurut Iran, baru sebatas penyampaian pesan melalui pihak mediator.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Senin (30/3), di tengah menguatnya klaim dari Presiden AS Donald Trump bahwa jalur komunikasi dengan Teheran menunjukkan perkembangan.
“Sejauh ini kami belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang ada hanyalah pesan-pesan yang disampaikan melalui mediator, yang menunjukkan keinginan Amerika Serikat untuk bernegosiasi,” kata Baqaei.
Sikap tersebut sekaligus menjadi bantahan terbuka terhadap narasi Washington yang terus menggambarkan jalur diplomatik sedang bergerak maju. Baqaei bahkan mempertanyakan seberapa serius klaim diplomasi yang dilontarkan pihak Amerika.
Menurut dia, posisi Iran sejak awal tidak berubah. Teheran mengklaim tetap konsisten dengan kerangka sikapnya, berbeda dengan AS yang dinilai kerap menggeser posisi politiknya dari waktu ke waktu.
Baqaei juga menyebut proposal yang diterima Iran sebagai sesuatu yang “berlebihan” dan “tidak realistis”, menandakan bahwa jarak pandang kedua pihak masih jauh dari titik temu.
Iran turut menepis keterlibatan dalam forum yang digelar Pakistan. Baqaei menegaskan pertemuan tersebut diselenggarakan secara independen dan Iran tidak ambil bagian di dalamnya.
Pernyataan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan Islamabad siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi kawasan. Pakistan juga terlibat dalam pertemuan para menteri luar negeri bersama sejumlah negara lain untuk mendorong deeskalasi.
Di sisi lain, Trump terus mendorong narasi bahwa diplomasi masih terbuka. Ia sebelumnya mengatakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran melalui mediator, termasuk Pakistan, Turkiye, dan Mesir, menunjukkan kemajuan dan berpotensi menghasilkan kesepakatan dalam waktu cepat.
Namun bantahan terbaru dari Teheran memperlihatkan bahwa jalur komunikasi itu belum bisa disebut sebagai perundingan resmi. Iran juga mengingatkan negara-negara kawasan yang ingin mendorong penghentian perang agar lebih dulu memahami siapa pihak yang memulai konflik.
Ketegangan di kawasan sendiri terus memanas sejak serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari. Konflik itu telah memicu korban jiwa besar, serangan balasan lintas negara, gangguan infrastruktur, serta gejolak pasar global dan penerbangan internasional.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
FASILITAS gas di Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan selama perang Iran Amerika Serikat dan Israel, di tengah perubahan sikap Presiden AS Donald Trump
EKSKALASI perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, Selasa (24/3).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Trump mengklaim Iran mengirim 20 kapal tanker minyak ke AS lewat Selat Hormuz sebagai tanda hormat, di tengah negosiasi yang disebut makin dekat.
Aksi No Kings yang ketiga sekaligus terbesar berlangsung pada 28 Maret 2026 di Amerika Serikat. Menurutnya, para demonstran memandang kebijakan pemerintahan Trump
AKSI protes besar-besaran menentang pemerintahan Presiden Donald Trump kembali berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat dalam gelombang demonstrasi bertajuk No Kings.
DEPARTEMEN Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan di tengah pengerahan personel AS ke Timur Tengah.
Gerakan No Kings mengguncang Amerika Serikat setelah aksi massa serentak digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian pada Sabtu (28/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved