Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Perang Iran Amerika , Rudal Hantam Tel Aviv di tengah Ketidakpastian Perundingan Damai

Khoerun Nadif Rahmat
24/3/2026 15:50
Perang Iran Amerika , Rudal Hantam Tel Aviv di tengah Ketidakpastian Perundingan Damai
Israel mengaktifkan penghalau misil di Tel Aviv, Juni 2025(Menahem Kahana / AFP)

EKSKALASI perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, Selasa (24/3). Serangan tersebut menghantam pusat komersial Tel Aviv, memicu kerusakan bangunan dan melukai sejumlah warga.

Laporan di lapangan memperlihatkan jalanan dipenuhi puing, sementara fasad bangunan tiga lantai di kawasan kelas atas Tel Aviv mengalami kehancuran. Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai mengonfirmasi adanya "serangan langsung" yang menyasar wilayah tersebut.

Otoritas keamanan Israel menduga kerusakan disebabkan oleh rudal bermuatan munisi tandan dengan tiga hingga empat hulu ledak, masing-masing membawa sekitar 100 kilogram bahan peledak.

Di sisi lain, media Iran melaporkan serangan balasan oleh jet tempur Amerika Serikat dan Israel yang menghantam dua fasilitas gas serta satu jalur pipa. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancamannya terhadap fasilitas energi Iran.

"Pemerintahan kami sedang berbicara dengan 'orang penting' di tingkat atas," ujar Trump sebagaimana dikutip dari AFP.

Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika perundingan tidak membuahkan hasil dalam lima hari, "kita akan terus membom sekuat tenaga."

Pernyataan tersebut dibantah Teheran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa "tidak ada negosiasi" yang sedang berlangsung dan menyebut pernyataan Trump sebagai upaya untuk "memanipulasi pasar keuangan dan minyak."

Meski demikian, media Amerika Serikat melaporkan kemungkinan adanya pertemuan antara negosiator AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan delegasi Iran di Pakistan pekan ini. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan telah berkomunikasi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk menawarkan mediasi.

Donald Trump Soal Negosasi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui adanya peluang kesepakatan atau negosiasi sebagaimana diyakini Presiden AS Donald Trump Namun, ia menegaskan operasi militer akan tetap berlanjut.

"Trump percaya ada kesempatan untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa dari IDF dan militer AS dalam sebuah kesepakatan," kata Netanyahu.

Sepanjang malam, Israel melanjutkan serangan ke pinggiran selatan Beirut dan wilayah Bshamoun yang dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang. Target serangan termasuk stasiun pengisian bahan bakar yang terafiliasi dengan Hizbullah.

Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar satu juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Sementara itu, data dari Human Rights Activists News Agency menyebut sedikitnya 3.230 warga Iran tewas dalam konflik tersebut.

Ketidakpastian situasi turut mengguncang pasar global. Harga minyak sempat melampaui 100 dolar AS per barel sebelum kembali turun setelah pernyataan terbaru Trump.

Kepala Badan Energi Internasional Fatih Birol memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut, dampaknya bisa melampaui krisis minyak pada dekade 1970-an.

Di tengah situasi tersebut, ribuan marinir AS dilaporkan bergerak menuju kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer Amerika, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan operasi darat guna mengamankan aset energi atau membuka akses Selat Hormuz sebagai jalur vital pasokan minyak dunia. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya