Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Di World Economic Forum, Prabowo Sebut Program MBG Jadi Mesin Ekonomi

M Ilham Ramadhan Avisena
22/1/2026 22:40
Di World Economic Forum, Prabowo Sebut Program MBG Jadi Mesin Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto.(Antara Foto)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional.  Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swis, Kamis (22/1), seperti disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo betutur, rantai pasok program MBG kini melibatkan puluhan ribu pelaku usaha lokal. "Lebih dari 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi kini menjadi bagian dari rantai pasok ini," kata dia. 

Dari sisi ketenagakerjaan, Prabowo menyebut program tersebut telah menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja di dapur-dapur layanan makanan. Pada fase puncak, pemerintah optimistis jumlah lapangan kerja langsung bisa mencapai 1,5 juta orang, termasuk dari kalangan pemasok dan vendor.

Menurutnya, dampak lanjutan dari program ini akan mengangkat lebih dari satu juta sumber penghidupan lainnya. Karena itu, ia meyakini kebijakan sosial yang dijalankan pemerintah dapat sekaligus memperkuat produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kebijakan sosial kami harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan," ujar Prabowo.

Dia memaparkan, program tersebut mulai dijalankan pada 6 Januari 2025 dengan sasaran ibu hamil dan menyusui, bayi, serta seluruh anak Indonesia. Pada hari pertama pelaksanaannya, pemerintah mengoperasikan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat atau 570.000 porsi makanan per hari.

Dalam kurun satu tahun, cakupan program ini meningkat drastis dan menjangkau seluruh wilayah Tanah Air. "Hari ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani secara nasional. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak, ibu, dan lansia yang hidup sendiri," terang Prabowo.

Ia menambahkan, seluruh penerima manfaat mendapatkan makanan setiap hari, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang hidup sendiri, dengan sistem pengantaran langsung ke rumah. Menurut Prabowo, program ini dirancang menjangkau seluruh anak Indonesia sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

Dalam konteks skala produksi, Prabowo membandingkan capaian program tersebut dengan industri makanan global. Ia menyebut bahwa dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, produksi makanan bergizi gratis akan melampaui jumlah produksi harian McDonald’s yang mencapai 68 juta porsi per hari. "Tahun ini, kami menargetkan untuk melayani 82,9 juta porsi makanan per hari," kata dia. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya