Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gagal Raih Nobel Perdamaian, Trump Murka dan Ingin Kuasai Greenland

Ferdian Ananda Majni
20/1/2026 16:28
Gagal Raih Nobel Perdamaian, Trump Murka dan Ingin Kuasai Greenland
Presiden AS Donald Trump (Kanan)(Biro Pers Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengungkap alasan di balik sikap agresifnya terkait keinginan mengambil alih Greenland. Dia menyebut kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian sebagai titik balik yang membuatnya tidak lagi merasa berkewajiban mengedepankan agenda perdamaian global.

Trump mengatakan, mulai saat ini ia akan memprioritaskan apa yang dianggapnya paling menguntungkan bagi Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah pesan teks yang dikirimkan kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store pada Minggu (18/1).

"Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian setelah menghentikan 8 perang dan lebih, saya tidak lagi berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian, meskipun itu akan selalu menjadi yang utama, tetapi sekarang dapat memikirkan apa yang baik dan pantas untuk AS," tulis Trump dalam pesan tersebut.

Menanggapi pernyataan itu, Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

"Mengenai Hadiah Nobel Perdamaian, saya telah beberapa kali menjelaskan dengan jelas kepada Trump apa yang sudah diketahui secara umum, yaitu bahwa Komite Nobel yang independen, dan bukan pemerintah Norwegia, yang memberikan hadiah tersebut," sebut Store.

Sesuai wasiat Alfred Nobel, pendiri penghargaan tersebut, penerima Hadiah Nobel Perdamaian dipilih oleh Komite Nobel Norwegia yang ditunjuk oleh Parlemen Norwegia, dan bekerja secara independen dari pemerintah.

Menurut laporan The New York Times, dalam pesan yang sama Trump kembali mempertanyakan legitimasi klaim Denmark atas Greenland. Ia menyebut tidak adanya dokumen tertulis yang secara tegas mengukuhkan kedaulatan Denmark atas wilayah tersebut.

"Dunia tidak aman kecuali kita memiliki Kendali Penuh dan Total atas Greenland. Terima kasih!," tulis Trump dalam pesan teks itu.

Pesan Trump tersebut merupakan balasan atas pesan yang sebelumnya dikirimkan Store pada hari yang sama. Pesan awal itu juga ditandatangani oleh Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump.

Sebelumnya, sejumlah pemimpin Eropa juga telah meminta dialog langsung dengan Trump terkait isu Greenland serta ancaman penerapan tarif dagang sebagai alat tekanan terhadap Denmark agar bersedia melepas wilayah tersebut.

Trump dalam beberapa kesempatan terus menantang klaim Denmark atas Greenland. Padahal, dalam berbagai perjanjian bilateral yang ditandatangani selama beberapa dekade, AS telah mengakui hubungan konstitusional antara Denmark dan Greenland.

Dalam amandemen pakta pertahanan Denmark-AS tahun 2004, yang memberikan akses militer luas bagi Amerika Serikat, secara eksplisit disebutkan bahwa Greenland merupakan bagian yang setara dari Kerajaan Denmark.

Selain itu, pada 1916 Denmark pernah menjual wilayah yang kini dikenal sebagai Kepulauan Virgin Amerika Serikat kepada AS dengan nilai US$25 juta dalam bentuk emas.

Dalam perjanjian tersebut tercantum klausul bahwa Amerika Serikat tidak akan menentang jika Denmark memperluas kepentingan politik dan ekonominya ke seluruh Greenland.

Dalam setahun terakhir, Denmark berulang kali menolak keinginan Trump untuk mengambil alih Greenland. Pemerintah Denmark menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk menjual wilayah yang telah memiliki pemerintahan sendiri. Denmark juga menekankan bahwa sekitar 57 ribu penduduk Greenland memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan dan nasib politik mereka sendiri. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya